Ilmu Tajwid Lengkap

Blog tentang Ilmu Tajwid Lengkap, Penjelasan Ilmu Tajwid Lengkap, Contoh-contoh Ilmu Tajwid Lengkap, dan Ilmu-ilmu Islam Lainnya.

Ilmu Tajwid

Ilmu Tajwid

Hukum bacaan Mad Berserta Contohnya


Hukum bacaan Mad Berserta Contohnya - Ada beberapa hukum bacaan Mad yang akan saya bahan pada kesempatan kali ini. Disini saya juga akan memberikan beberapa contoh dari bacaan Mad. Agar saat kita membaca alquran tidak Cuma sekedar membaca namun dengan cara yang benar maka salah satunya kita harus memahami hukum bacaan Mad ini. Bacaan mad ini mempunyai dua arti yaitu secara bahasa dan secara istilah. Pengertian Mad secara bahasa mempunyai arti panjang sedangkan menurut istilah Bacaan Mad adalah membaca panjang huruf hijaiyah di dalam Al-qur’an kerena bertemu salah satu huruf bacaan mad (hamzah, wawu dan yak) dan untuk ketukanya tergantung pada mad itu sendiri.

Bacaan Mad sebenarnya terbagi menjadi dua bagian yaitu Mad Thobi`i dan Mad Far`i. Mad Far`i juga terbagi lagi menjadi empat belas macam. Oke langsung saja kita bahas satu persatu hukum bacaan Mad ini beserta contoh bacaannya agar anda lebih faham.

Berikut 15 Macam hukum Bacaan Mad Beserta Contohnya :

1. Mad Thabi’i ( مَدْ طَبِيعِي )

Ketika ada huruf alif ( ا ) letaknya sesudah huruf fathah atau ya’ sukun ( ي) sesudah kasrah ( ―ِ ) atau wau ( و ) sesudah dhammah ( ―ُ ) maka dihukumi mad thabi’i . Mad artinya panjang , thabi’i artinya : biasa.

Cara kita membacanya harus panjang sampai dua harakat atau disebut satu alif contoh :

كتَا بٌ - يَقُوْلُ – سمِيْعٌ

2. Mad Wajib Muttashil ( مَدْوَاجِبْ مُتَّصِلْ )

Ketika ada huruf mad thabi’i bertemu dgn hamzah ( ء ) di dalam suatu kalimat atau kata. Cara kita membaca ini wajib panjang, panjangnya sekitar 5 harakat atau 2 setengah kali mad thabi’i ( dua setengah alif ).

Contoh : سَوَآءٌ - جَآءَ - جِيْءَ

3. Mad Jaiz Munfashil ( مَدْجَائِزمُنْفَصِلْ)

Ketika ada huruf mad thabi’i bertemu dgn hamzah (ء ) akan tetapi hamzah itu pada lain kalimat . Jaiz artinya : boleh . Munfashil artinya terpisah .

Cara kita membaca ini boleh seperti mad wajib muttashil, dan boleh seperti mad thobi’i saja .

Contoh : وَﻻَأنْتُمْ بِمَا أُنْزِلَ

4. Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi ( مَدْﻻَزِمْ مُثَقَّلْ كِلْمِي )

Ketika ada huruf mad thabi’i bertemu dgn tasyid di dalam satu perkataan, maka cara kita membacanya harus panjang selama 3 kali Mad Thabi’i atau 6 harakat.

Contoh : وَﻻَالضَّآلِّينَ اَلصّاخَةُ

5. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi ( مَدْﻻَزِمْ مُخَفَّف كِلْمِي )

Ketika ada huruf mad thobi’I bertemu dgn huruf mati (sukun), maka cara kita membaca ini sepanjang 6 harakat .

Contoh آﻻَن

6. Mad Layyin ( مَدْ لَين )

Ketika ada huruf wau sukun ( و ) atau ya’ sukun ( ي ) sedangkan huruf sebelumnya yaitu berharakat fathah, maka cara kita membacanya sekedar lunak dan lemas .

Contoh : رَيْبٌ خَوْفٌ

7. Mad ‘Aridl Lissukun ( مَدْ عارِضْ لِلسُّكوُنِ )

Ketika ada huruf waqaf atau tempat pemberhentian membaca sedang sebelum waqaf itu ada Mad Thobi’i atau Mad Lein, maka cara membacanya ada 3 macam :
  • Yang lebih utama dibaca panjang seperti mad wajib muttashil ( 6 harakat ).
  • Yang pertengahan dibaca empat harakat ya’ni du kali mad thobi’i..
  • Yang pendek ya’ni boleh hanya dibaca seperti mad thobi’i biasa .

Contoh : بَصِيْرٌ خَالِدُوْنَ والنَّاسِ سَمِيْعٌ

8. Mad Shilah Qashirah ( مَدْ صِلَة قَصِيْرَة )

Ketika ada Huruf haa dhamir ( ﻪ ) sedangkan sebelum haa tadi ada huruf hidup (berharakat), maka cara membacanya harus panjang seperti mad thobi’i.

Contoh : اِنَّهُ كَانَ ﻻَشَرِيْك لَهُ

9. Mad Shilah Thawilah ( مَدْ صِلَة طَََوِيْلَة )

Ketika ada Mad Qashirah bertemu dgn hamzah ( ء ), maka membacanya seperti Mad Jaiz Munfashil .

Contoh : عِنْدَهُ اِﻻَّبِاذْنِه لَهُ اَخْلَدَهُ

10. Mad ‘ Iwadl ( مَدْ عِوَض )

ketika ada huruf fathahtanwin yang jatuh pada waqaf (pemberhentian) pada akhir kalimat, maka cara membacanya seperti mad thobi’i.

Contoh mad Iwadl : سَميْعًا بَصيْرًا عَلِِيْمًا حَكِيمًا

11. Mad Badal ( مَدْ بَدَلْ )

ketika ada huruf hamzah ( ) bertemu dengan Mad , maka cara kita membacanya seperti Mad Thobi’i.

Contoh hukum bacaan mad badal : آدَمَ إيْماَنٌ

Badal artinya ganti. Karena yang sebenarnya huruf mad yang ada tadi asalnya hamzah yang jatuh sukun kemudian diganti menjadi ya atau alif atau wau .

آدَمَ asalnya أَأْدَمَ


ٳِِيْمَان asalnya ٳِِئْمَانٌ

12. Mad Lazim Harfi Musyabba’ ( مَدْ لازِمْ حَرْفِ مُشَبَّع )

Yaitu apabila pada permulaan surat dari Al-Qur’an terdapat salah satu atau lebih Dari antara huruf yang delapan, ya’ni

ن - ق – ص – ع – س – ل – ك – م , cara membacanya seperti Mad Lazim yaitu 6 harakat .

Contoh hukum bacaanmad lazim harfi musyabba’ : وَالقلَم آلم ن يس

13. Mad Lazim Harfi Mukhaffaf ( مَدْ لازِم حَرفِ مُخَفَّف )

Yaitu apabila ada permulaan surat dari Al-Qur’an ada terdapat salah satu atau lebih dari antara huruf yang lima ya’ni :

ح – ي – ط - ﻫ - ر

Cara bacanya seperti mad thobi’i Contoh : حم الم

14. Mad Tamkin ( مَدْ تَمْكِيْن ) 

Yaitu : Ketika ada huruf ya’ sukun ( يْ ) yang didahului dengan ya’ yang bertasydid dan harakatnya kasra, dan cara membacanya ditepatkan dengan tepat.

Contoh hukum bacaan mad tamkien : النَبِيّيْنَ حُييِّيْتُمْ

15. Mad Farq ( مَدْ فَرْق )

Yaitu bertemunya dua hamzah yang satu hamzah istifham dan yang kedua hamzah washol pada lam alif ma’rifat, cara membacanya sepanjang 6 harakat .
Contoh hukum bacaan Mad farq : قُلْ ءٰاﷲُ اذِنَ لَكُمْ ءٰٰاﷲُخَيْرٌاَمّايُشْرِكُون قُلْ ءٰٰالذَّكَرََيْنِ

Artikel ini bersumber dari : http://www.duniahq.com/2016/02/hukum-bacaan-mad-lengkap-dengan-contoh.html

Semoga artikel kami ini tentang Hukum bacaan Mad Berserta Contohnya dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi anda semuanya.

Sekian dulu dari kami, kurang dan lebihnya mohon maaf. Jangan lupa untuk ikuti kami terus LIKE di Fans Page Facebook kami, berikan komentar kalian jika ini membantu dan Share jika informasi ini penting dan berguna bagi orang banyak. Terimakasih.

Baca juga :

Tips: Bacalah Al-Qur'an Dengan Tartil

Tips: Bacalah Al-Qur'an Dengan Tartil

Tips: Bacalah Al-Qur'an Dengan Tartil Membaca Al-Qur’an tidak sama dengan membaca bahan bacaan lainnya karena ia adalah kalam Allah SWT. Allah berfirman,

أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

Artinya : “Ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha bijaksana lagi Maha tahu.” (Hud:1) Belajar Ilmu Tajwid Dengan Mudah Dan Cepat

Oleh karena itu membacanya mempunyai etika zahir dan batin. Diantara etika-etika zahir adalah baca Al-Qur’an dengan tartil. Aplikasi Belajar Tajwid Berbasis Android Makna membaca dengan tartil adalah dengan perlahan-lahan, sambil memperhatikan huruf-huruf dan barisnya.

As-Suyuthi mengatakan bahwa disunahkan membaca Al-Qur’an dengan tartil, niscaya itu lebih dekat dengan zahir perintah Al-Qur’an itu. Karena, asal perintah Al-Qur’an adalah wajib. Belajar Ilmu Tajwid Lengkap Dan Contohnya Dana redaksi dalam ayat itu ditujukan kepada Nabi saw, dan umat yang mengikuti beliau. Oleh karena itu, az-Zarkasyi berkata “Setiap orang muslim yang membaca Al-Qur’an wajib membacanya dengan tartil.”

Pendapat itu lebih tepat dibandingkan dengan perkataan as-Suyuthi. Abu Daud dan yang lainnya meriwayatkan dari Ummu Salmah. Belajar Tajwid Dengan Mudah Dan Cepat Ia menceritakan tentang cara Nabi sawa membaca Al-Qur’an adalah dengan bacaan yang perlahan dan satu huruf demi satu huruf. Baca Al-Qur’an dengan tartil .

Artikel ini bersumber dari : http://belajarmembacaalquran.com/baca-al-quran-dengan-tartil/

Semoga artikel kami ini tentang Tips: Bacalah Al-Qur'an Dengan Tartil dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi anda semuanya.

Sekian dulu dari kami, kurang dan lebihnya mohon maaf. Jangan lupa untuk ikuti kami terus LIKE di Fans Page Facebook kami, berikan komentar kalian jika ini membantu dan Share jika informasi ini penting dan berguna bagi orang banyak. Terimakasih.

Baca juga :

Tips: Adab Dalam Membaca Al-Qur'an

Tips: Adab Dalam Membaca Al-Qur'an

Tips: Adab Dalam Membaca Al-Qur'an Al-Qur’anul Kariim adalah firman Allah SWT yang menjadikannya sebagai pedoman umat manusia dan mengajarkan, menuntun kepada petunjuk untuk mendapatkan kebaikan, keberkahan dan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Seseorang yang membaca, mempelajari, memahami dan mengamalkan Al-Quran dijanjikan Allah SWT syurga yang indah, kecukupan dalam hidupnya, kemurahan rezeki, pahala, meleburkan dosa serta dikabulkannya segala pinta dan doa yang diharapkannya. Selain itu Allah SWT menggolongkan dirinya bersama orang-orang mu’min yang mendapatkan Rahmat dan Syafa’atNya ketika hari kiamat nanti.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi ” Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang membaca dan mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya “. (HR.Bukhari) Adab Dalam Membaca Al-Qur'an

Ada beberapa cara adab atau perilaku ketika seorang muslim membaca Al-Quran agar mendapatkan kesempurnaan dan mampu memahami serta meresap apa saja makna yang terkandung dalam tiap ayat Al-Quran :

1. Membersihkan mulut dan menggosok gigi terlebih dahulu dengan siwak

Dengan tujuan agar ketika membaca Al-Quran, mulut terasa segar dan wangi dan membaca pun dapat dilakukan enak dan tenang.

2. Mensucikan diri dengan wudhu terlebih dahulu

Berwudhu sebelum menyentuh dan membaca Al-Quran merupakan perilaku penting agar diri ini dalam keadaan suci terhindar dari hadas kecil maupun hadas besar. Ilmu Tajwid Tentang Sifatul Huruf Karena Al-Quran merupakan Kitab suci yang harus dijaga kebersihan dan kesuciannya, seperti yang dikatakan oleh shahih Imam Haromain berkata ” Orang yang membaca Al-Quran dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, namun dia telah meninggalkan sesuatu yang utama”.(At-Tibyan, hal. 58-59)

3. Membaca dengan suara yang lembut, pelan (tartil), tidak terlalu cepat agar dapat memahami tiap ayat yang dibaca

Rasulullah SAW dalam sabda mengatakan “Siapa saja yang membaca Al-Quran sampai selesai (Khatam) kurang dari 3 hari, berarti dia tidak memahami”. (HR. Ahmad dan para penyusun kitab-kitab Sunan)

Bahkan sebagian dari para Sahabat Rasulullah membenci pengkhataman Al-Quran sehari semalam, dengan berdasarkan hadits diatas. Belajar Ilmu Tajwid Dengan Cepat Rasulullah SAW sendiri menyuruh sahabatnya untuk mengkhatamkan Al-Quran setiap 1 minggu (7 hari) (HR. Bukhori dan Muslim) begitu pula yang dilakukan oleh Abdiullah Mas’ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit mereka mengkhatamkan Al-Quran seminggu sekali.

5. Membaca Al-Qur’an dengan khusyu’, penuh penghayatan, dengan hati yang ikhlas, mampu menyentuh jiwa dan perasaan bila perlu dengan menangis

Allah SWT menerangkan pada sebagian dari sifat-sifat hambaNya yang shalih adalah “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertamba khusyu”. ( QS.Al Isra :109 ). Teteapi tidak demikian bagi seorang hambaKu dengan pura-pura menangis dengan tangisan yang dibuat-buat.

6. Membaguskan suara ketika membaca Al-Quran

Dalam sabda Rasulullah SAW yang berbunyi “Hiasilah Al-Quran dengan suaramu.”(HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim). Belajar Tajwid Yang Menyenangkan Dalam pengertian dari hadits tersebut adalah membaca Al-Quran dengan baik dan benar mengerti makhroj (tanda baca), harakat ( panjang pendeknya bacaan), mengerti tajwid dsb. Sehingga tidak melewatkan hukum dan ketentuan dari membaca Al-Quran, bila sudah cukup mengerti lantunan dari tiap-tiap ayat yang dibacakan agar terdengar indah dan menyentuh Qolbu.

7. Membaca Al-Qur’an dimulai dengan isti’adzah.

Dalam firman Allah SWT yang artinya, “Dan bila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

Dengan maksud membaca membaca Al-Quran dengan suara yang lirih dan khusyu’ sehingga tak perlu mengganggu orang yang sedang melakukan shalat dan tidak menimbulkan sifat Riya’. Belajar Tajwid Dan Cara Bacanya Bahkan dalam sebuah Hadist Rosululloh shollallohu ‘alaihiwasallam bersabda, “Ingatlah bahwasannya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al-Qur’an).” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Baihaqi dan Hakim).

Artikel ini bersumber dari : http://belajarmembacaalquran.com/adab-membaca-al-quran/

Semoga artikel kami ini tentang Tips: Bacalah Al-Qur'an Dengan Tartil dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi anda semuanya.

Sekian dulu dari kami, kurang dan lebihnya mohon maaf. Jangan lupa untuk ikuti kami terus LIKE di Fans Page Facebook kami, berikan komentar kalian jika ini membantu dan Share jika informasi ini penting dan berguna bagi orang banyak. Terimakasih.

Baca juga :

Tips: Belajar Al Qur'an Dan Mengajarkannya

Tips: Belajar Al Qur'an Dan Mengajarkannya

Tips: Belajar Al Qur'an Dan Mengajarkannya Belajar Al Qur’an dapat dibagi kepada beberapa tingkatan yaitu belajar membaca sampai baik dan lancar dengan kaidah-kaidah yang berlaku dalam qiraat dan tajwid, belajar arti dan maksud yang terkandung di dalamnya dan tingkatan yang terakhir adalah menghafalnya.

Sesungguhnya belajar membaca Al Qur’an itu sesutau yang mudah, tidak ada kata sulit dalam mempelajari Al Qur’an. Niat dan tekad belajar sungguh-sungguh serta meluangkan waktunya adalah kunci utama untuk sukses membaca Al Qur’an dengan baik dan benar. Belajar Al Qur'an Dan Mengajarkannya Sebagaimana dalam Firman Allah SWT yang berbunyi :

Sebelum belajar membaca Al Qur’an ada baiknya untuk mengenal hurf-huruf hijaiyyah, dengan memperhatikan beberapa pentunjuk berikut ini :
  1. Kenalkan huruf-huruf hijaiyyah dnegan melihat ejaan latin, lalu praktikkan tanpa melihat ejaan latin.
  2. Pengenalan huruf dilakukan secara bertahap sesuai urutan pembagian huruf.
  3. Janganlah berpindah ke pembagian huruf selanjutnya sebelum menguasai huruf-huruf sebelumnya.
  4. Lakukan praktik pengucapan huruf secara berulang kali dan tes-lah pengucapan huruf secara spontanitas.
Al Qur’anul Karim adalah hujjah (sumber yang dapat dipercaya kebenarannya) Nabi Muhammad merupakan nabi yang terakhir dan lisan agama yang tulus, undang-undang syariat Islam, kamua bahasa Arab. Belajar Tajwid Lengkap Beserta Contohnya Al Qur’an merupakan teladan (contoh) dan pemimpin (imam) bagi kita di dalam hidup ini dengan Al Qur’an kita diberi petunjuk, kembali kepada Al Qur’an dalam menegakkan hukum. Kita beramal dengan Al Qur’an dalam melaksanakan perintah Allah SWT serta menjauhi segala larangan Nya.

Al Qur’anul Karim adalah pengikat antara langit dan bumi, perjanjian antara Allah dan hambaNya. Al Qur’anul Karim adalah jalan menuju kepada Allah SWT yang kekal (abadi), Belajar Tajwid Hukum Nun Mati Dan Tanwin Al Qur’an merupakan kitab samawi yang paling mulia dan paling agung wahyu yang diturunkan dari langit.

Adapun dalil-dalil mengenai keutamaan Al Qur’an ini, diantaranya sebagai berikut :

Sesungguhnya orang yang paling mulai ibadahnya serta besar pahalanya ketika mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah membaca Al Qur’anul Karim. Ilmu Tajwid Menurut Bahasa Dan Istilah Hal ini telah diperintahkan kepada kita untuk selalu membaca Al-Qur’an sebagaimana diterangkan dalam firman Allah SWT,

Mengenai keutamaan membaca Al Qur’an ini juga dijelaskan dalam firman Allah SWT :

Mempelajari Al Qur’an hukumnya adalah fardu kifayah, namun untuk membacanya memakai ilmu tajwid secara baik dan benar merupakan fardhu’ain, kalau terjadi kesalahan dalam membaca Al Qur’an maka termasuk dosa. Untuk menghindari diri dari dosa tersebut, kita dituntut untuk selalu belajar Al Qur’an pada ahlinya. Belajar Tajwid Dengan Mudah Dan Cepat Di sisi lain, kalau kita membaca Al Qur’an tidak mempunyai dasar riwayat yang jelas (sah), maka bacaan kita itu dianggapkurang utama, bahkan bisa tidak sah yang kita baca itu. Tidak sedikit di antara kita (umat Islam) yang tidak mengetahui periwayatan membaca Al Qur’an ini.
Artikel ini bersumber dari : http://belajarmembacaalquran.com/belajar-membaca-al-quran/

Semoga artikel kami ini tentang Tips: Belajar Al Qur'an Dan Mengajarkannya dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi anda semuanya.

Sekian dulu dari kami, kurang dan lebihnya mohon maaf. Jangan lupa untuk ikuti kami terus LIKE di Fans Page Facebook kami, berikan komentar kalian jika ini membantu dan Share jika informasi ini penting dan berguna bagi orang banyak. Terimakasih.

Baca juga :

Tips: Cara Membaca Al-Qur'an Dengan Tajwidnya

Tips: Cara Membaca Al-Qur'an Dengan Tajwidnya

Tips: Cara Membaca Al-Qur'an Dengan Tajwidnya Kali ini, kami akan memberikan Tips bagi semua pembaca mengenai Membaca Al-Qur'an dengan Tajwidnya.

Dalam membaca Al-Quran agar dapat mempelajari, membaca dan memahami isi dan makna dari tiap ayat Al-Quran yang kita baca, tentunya kita perlu mengenal, mempelajari ilmu tajwid yakni tanda-tanda baca dalam tiap huruf ayat Al-Quran. Guna tajwid ialah sebagai alat untuk mempermudah, mengetahui panjang pendek, melafazkan dan hukum dalam membaca Al-Quran. Cara Membaca Al-Qur'an Dengan Tajwidnya

Tajwīd (تجويد) secara harfiah mengandung arti melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan, tajwid berasal dari kata ” Jawwada ” (جوّد-يجوّد-تجويدا) dalam bahasa Arab. Pengertian Ilmu Tajwid Beserta Contohnya Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara melafazkan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci Al-Quran maupun Hadist dan lainnya.

Dalam ilmu tajwid dikenal beberapa istilah yang harus diperhatikan dan diketahui dalam pembacaan Al-Quran, diantaranya :
  • Makharijul huruf, yakni tempat keluar masuknya huruf
  • Shifatul huruf, yakni cara melafalkan atau mengucapkan huruf
  • Ahkamul huruf, yakni hubungan antara huruf
  • Ahkamul maddi wal qasr, yakni panjang dan pendeknya dalam melafazkan ucapan dalam tiap ayat Al-Quran
  • Ahkamul waqaf wal ibtida’, yakni mengetahui huruf yang harus mulai dibaca dan berhenti pada bacaan bila ada tanda huruf tajwid
  • dan Al-Khat dan Al-Utsmani
Arti lainnya dari ilmu tajwid adalah melafazkan, membunyikan dan menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan dalam ayat Al-Quran. Ilmu Tajwid Dalam Surat Al Insyirah Menurut para Ulama besar menyatakan bahwa hukum bagi seseorang yang mempelajari tajwid adalah Fardhu Kifayah, yakni dengan mengamalkan ilmu tajwd ketika memabaca Al-Quran dan Fardhu ‘Ain atau wajib hukumnya baik laki-laki atau perempuan yang mu’allaf atau seseorang yang baru masuk dan mempelajari Islam dan KitabNya.

Mengenal, mempelajari dan mengamalkan ilmu tajwid berserta pemahaman akan ilmu tajwid itu sendiri merupakan hukum wajib suatu ilmu yang harus dipelajari, untuk menghindari kesalahan dalam membaca ayat suci Al-Quran dan melafazkannya dengan baik dan benar sehingga tiap ayat-ayat yang dilantunkan terdengar indah dan sempurna. Ilmu Tajwid Lengkap Dengan Contohnya

Berikut ini ada dalil atau pernyataan shahih dari Allah SWT yang mewajibkan setiap HambaNya untuk membaca Al-Quran dengan memahami tajwid, diantaranya :
  1. Dalil pertama di ambil dari Al-Quran. Allah SWT berfirman dalam ayatNya yang artinya “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid)”[QS:Al-Muzzammil (73): 4]. Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad untuk membaca Al-Quran yang diturunkan kepadanya dengan tartil, yaitu memperindah pengucapan setiap huruf-hurufnya (bertajwid).
  2. Dalil kedua diambil dari As-Sunnah ( Hadist ) yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah r.a.(istri Nabi Muhammad SAW), ketika beliau ditanya tentang bagaimana bacaan Al-Quran dan sholat Rasulullah SAW, maka beliau menjawab: ”Ketahuilah bahwa Baginda S.A.W. Sholat kemudian tidur yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi, kemudian Baginda kembali sholat yang lamanya sama seperti ketika beliau tidur tadi, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi hingga menjelang shubuh. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah S.A.W. dengan menunjukkan (satu) bacaan yang menjelaskan (ucapan) huruf-hurufnya satu persatu.” (Hadits 2847 Jamik At-Tirmizi).
  3. Dalil ketiga diambil dari Ijma atau pendapat para ulama besar Islam. Ilmu Tajwid Dalam Membaca Al Quran Yakni kesepakatan para ulama yang dilihat dari zaman Rasulullah SAW hingga sampai saat ini, yang menyatakan bahwa membaca Al-Quran dengan ber-Tajwid merupakan hukum atau sesuatu yang fardhu dan wajib.
Hukum-hukum dalam tajwid beserta komponen ilmu tajwid yang harus dikenal dipelajari, dipahami serta diamalkan dalam membaca Al-Quran, antara lain :

1. Hukum Ta’awuz dan Basmalah

Isti’azah atau taawuz adalah melafazkan atau membunyikannya : “A’uzubillahi minasy syaitaanir rajiim” (ﺍﻋﻮﺬ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﻥ ﺍﻟﺮﺟﻴﻢ)

Cara melafazkan basmalah adalah bunyinya:

“Bismillahir rahmaanir rahiim” (ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺤﻤﻦ ﺍﻟﺮﺤﻴﻢ).
Terdapat 4 cara membaca iati’azah, basmalah dan surat :
  • memutuskan isti’azah (berhenti) kemudian baru membaca basmalah,
  • menyambungkan basmalah dengan surah tanpa berhenti,
  • membaca isti’azah dan basmalah terus-menerus tanpa henti,
  • membaca isti’azah, basmalah dan awal surat terus-menerus tanpa berhenti.
Terdapat 4 cara membaca basmalah di antara dua surat. Membaca basmalah adalah tanda awal dimulai suatu bacaan dalam surat Al-Quran. Guna dari membaca basmalah suatu keharusan dengan tujuan :
  • Basmalah sebagai pemisah dengan surat Al-Quran yang lain
  • Sebagai penghubung dengan awal surat Al-Quran
  • Sebagai penghubung dari kesemua surat Al-Quran
  • Menghubungkan akhir surat dengan basamalah, lalu berhenti. Namun basamalah tidak selalu menjadi surat awal yang harus terus dibaca untuk melanjutkan surat berikutnya. Walau bagaimana pun, tidak harus membaca demikian karena dikhawatirkan ada yang mengganggap basmalah merupakan salah satu ayat daripada surat yang sebelumnya.
Artikel ini bersumber dari : http://belajarmembacaalquran.com/membaca-al-quran-dengan-tajwid/

Semoga artikel kami ini tentang Tips: Cara Membaca Al-Qur'an Dengan Tajwidnya dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi anda semuanya.

Sekian dulu dari kami, kurang dan lebihnya mohon maaf. Jangan lupa untuk ikuti kami terus LIKE di Fans Page Facebook kami, berikan komentar kalian jika ini membantu dan Share jika informasi ini penting dan berguna bagi orang banyak. Terimakasih.

Baca juga :

Tips: Membiasakan Anak Membaca Al-Qur'an (Mengajarkan Anak Membaca Al-Qur'an)

Tips: Membiasakan Anak Membaca Al-Qur'an (Mengajarkan Anak Membaca Al-Qur'an)

Tips: Membiasakan Anak Membaca Al-Qur'an (Mengajarkan Anak Membaca Al-Qur'an) Bila mendidik anak membaca Al Qur’an menjadi hak anak yang harus ditunaikan orang tuanya, maka mendidik anak menulis Al Qur’an juga menjadi hak anak yang wajib ditunaikan oleh orang tuanya. Rasulullah SAW menegaskan dalam sabdanya :

Sebagaimana belajar membaca Al Qur’an, anak-anak juga ditekankan untuk serius, rajin dan giat dalam belajar menulis Al Qur’an. Hasan bin Ali r.a pernah berpesan kepada anak-anaknya sekaligus kepada keponakan-keponaknnya. “ Belajarlah, sesungguhnya kalian kini adalah generasi kecil di kalangan masyarakat, namun esok kalian akan menajdi generasi dewasa di kalangan masyarakat. Maka barangsiap tidak mampu menghafal, hendaklah dia mencatat atau menulisnya. (Mengajarkan Anak Membaca Al-Qur'an)

Jika anak belum bisa membaca Al Qur’an dengan baik. Ilmu Tajwid Menurut Bahasa Dan Istilah Agar anak lebih termotivasi untuk membaca dan menghafal Al Qur’an cobalah berikan panduan dan tips untuk membantu memudahkan anak belajar membaca Al Qur’an dengan cepat :
  1. Pada tahap awal, rangsang dan biasakan telinga anak-anak kita mendengar lafal-lafal Al Qur’an. Mulailah dengan surah atau ayat yang akan dibaca dan dihafal. Pada prinsipnya, anak sudah dikenalkan dengan asma Allah dalam ayat suci Al Qur’an sejak berada dalam kandungan. Itulah awal tahapan terbaik yang memang harus distimulus. Pengertian Ilmu Tajwid Beserta Contohnya Dengarkan dengan baik dan berulang-ulang, sehingga memori anak akan terus terpenuhi lafal-lafal Al Qur’an. Ingatlah bahwa usia emas anak mulai dari 0-9 tahun, di mana ia mudah meniru dan menghafal. Para orangtua dapat memanfaatkan momen emas ini.
  2. Setelah anak mulai terbiasa, mulailah untuk mengenalkan anak pada hafalan yang sebenarnya. Cobalah dengan memberinya waktu khusus untuk menemani saat menghafal sambil mendengar kaset rekaman atau memutar compact disc. Sambil mengiringnya membaca, ingatkan mereka jika ada bacaan atau huruf yang saah atau terlewat. Ilmu Tajwid Lengkap Beserta Contohnya Untuk ini, inisiasilah dengan membuat pola menghafal dengan cara memahami arti dan makna Al Qur’an melalui terjemahannya.
  3. Anda juga bisa menyarankannya untuk menbuat catatan kecil yang dapat dibawa kemana-mana. “contekan” kecil tersebut dimaksimalkan dengan membacanya berulang-ulang. Anjurkan pada anak-anak untuk melafalkan ayat-ayat yang ingin dihafal itu dalam setiap kesempatan. Misalnya, saat dia dalam perjalan ke sekolah, menunggu waktu masuk kelas atau saat pulang ke rumah.
  4. Selain peran orangtua, tidak ada salahnya mengikutkan anak pada pengajian atau madrasah di masjid dekat rumah. Ilmu Tajwid Hukum Nun Mati Dan Tanwin Suasana yang kondusif dan teman-teman di lingkungan pengajian atau madrasah dapat membantunya menghafal dengan cepat.
Artikel ini bersumber dari : http://belajarmembacaalquran.com/belajar-membaca-alquran-untuk-anak/

Semoga artikel kami ini tentang Tips: Membiasakan Anak Membaca Al-Qur'an (Mengajarkan Anak Membaca Al-Qur'an) dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi anda semuanya.

Sekian dulu dari kami, kurang dan lebihnya mohon maaf. Jangan lupa untuk ikuti kami terus LIKE di Fans Page Facebook kami, berikan komentar kalian jika ini membantu dan Share jika informasi ini penting dan berguna bagi orang banyak. Terimakasih.

Baca juga :

Penjelasan Idgham Mutajanisain

Idgham Mutajanisain


Idgham Mutajanisain adalah pertemuan dua huruf yang berbeda, namun sama makhrajnya (tempat keluarnya suara) 

Seperti huruf-huruf berikut ini: 

 


  • Cara idgham mutajanisain ialah dengan mentasydidkan huruf yang ke dua, yang berarti huruf pertama diabaikan.
  • Contoh - contoh idgham mutajanisain 





Semoga artikel kami ini tentang Penjelasan Idgham Mutajanisain dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi anda semuanya.

Sekian dulu dari kami, kurang dan lebihnya mohon maaf. Jangan lupa untuk ikuti kami terus LIKE di Fans Page Facebook kami, berikan komentar kalian jika ini membantu dan Share jika informasi ini penting dan berguna bagi orang banyak. Terimakasih.

Baca juga :

Penjelasan Idgham Mutamatsilain

Idgham Mutamatsilain


Idgham Mutamatsilain adalah pertemuan huruf mati / bersukun dengan huruf yang sama yang berharakat misalkan: بَ dan بْ 

  • Pengecualiana pada pertemuan - pertemuan huruf berikut ini :
    • mim (م) sukun dan mim (م) berharakat : - Idgham Mislan (dengung);
    • nun ( ن) sukun dan nun ( ن) berharakat: - Idgaham bi ghunnah (dengung)
    • dan huruf-huruf mad (ا و ي) - di baca panjang sebagaimana mestinya (hukum mad).
  • Contoh - contoh idgham mutamatsilain: 

Penejelasan Idgham Mislain

Idgham Mislain


Idgham Mislain terjadi apabila mim mati bertemu dengan huruf mim

Idgham Mislain ini memiliki beberapa nama.

Nama lain Idgham Mislain adalah: 
  • Idgham Mislain 
  • Idgham Syafawi 
  • Idgham Mimi 

  • Cara membaca Idgham Mislain adalah dengan cara menyuarakan suara mim rangkap atau di tasydidkan dengan samar-samar dengan panjang 2 harakat.
  • Contoh-contoh Idhgam Syafawi atau Idgham Mislain 
    Penejelasan Idgham Mislain
Back To Top