Thursday, 23 February 2017

Idzhar Syafawi


Idzhar Syafawi apabila mim sukun/mati bertemu dengan semua huruf hijaiyyah kecuali mim dan ba


  • Idzhar Syafawi di baca dengan jelas tanpa dengung
  • Contoh - contoh Idzhar Syafawi: 
    Penjelasan Idzhar Syafawi

Idzhar Syafawi


Idzhar Syafawi apabila mim sukun/mati bertemu dengan semua huruf hijaiyyah kecuali mim dan ba


  • Idzhar Syafawi di baca dengan jelas tanpa dengung
  • Contoh - contoh Idzhar Syafawi: 
    Penjelasan Idzhar Syafawi

Tuesday, 21 February 2017

Ikhfa


Dalam hukum nun mati/tanwin ikhfa terjadi apabila nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu huruf ikhwa, ikhfa ini juga sering di sebut dengan Ikhfa Haqiqi. 

Selain ikhfa haqiqi masih ada ikhfa lain yaitu ikhfa syafawi yang berkenaan dengan hukum mim mati. 

Huruf-huruf ikhfa ini ada 15, karena banyaknya huruf ikhfa ini mungkin akan lebih mudah jika kita menghafalkan huruf izhar, iqlab dan idgham, dan sisanya adalah huruf ikhfa 

  • Cara membacanya yaitu dengan samar - samar, dan dengungnya di panjangkan 2 harakat
  • Huruf-huruf Ikhfa haqiqi : 


      • Contoh - contoh ikhfa: 

      Ikhfa


      Dalam hukum nun mati/tanwin ikhfa terjadi apabila nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu huruf ikhwa, ikhfa ini juga sering di sebut dengan Ikhfa Haqiqi. 

      Selain ikhfa haqiqi masih ada ikhfa lain yaitu ikhfa syafawi yang berkenaan dengan hukum mim mati. 

      Huruf-huruf ikhfa ini ada 15, karena banyaknya huruf ikhfa ini mungkin akan lebih mudah jika kita menghafalkan huruf izhar, iqlab dan idgham, dan sisanya adalah huruf ikhfa 

      • Cara membacanya yaitu dengan samar - samar, dan dengungnya di panjangkan 2 harakat
      • Huruf-huruf Ikhfa haqiqi : 


          • Contoh - contoh ikhfa: 

          Friday, 17 February 2017

          Iqlab


          Iqlab yaitu mengganti huruf nun mati atau tanwin menjadi seperti suara huruf mim mati, jika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf Ba, kadar panjangnya 2 harakat.
          penulisan iqlab juga sering diberi tanda dengan huruf mim kecil 

          • Huruf iqlab hanya ada satu yaitu: 
           
           
          • Contoh - contoh iqlab: 
           Penjelasan Iqlab

          Iqlab


          Iqlab yaitu mengganti huruf nun mati atau tanwin menjadi seperti suara huruf mim mati, jika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf Ba, kadar panjangnya 2 harakat.
          penulisan iqlab juga sering diberi tanda dengan huruf mim kecil 

          • Huruf iqlab hanya ada satu yaitu: 
           
           
          • Contoh - contoh iqlab: 
           Penjelasan Iqlab

          Tuesday, 14 February 2017

          Idzhar


          Idzhar adalah membaca huruf nun mati dan tanwin dengan jelas dan terang (tanpa dengung) apabila bertemu dengan enam huruf-huruf izhar 

          • Huruf-huruf Idzhar adalah sebagai berikut:
           Huruf-huruf Idzhar

          • Contoh Idzhar  

          Contoh Idzhar

          Idzhar


          Idzhar adalah membaca huruf nun mati dan tanwin dengan jelas dan terang (tanpa dengung) apabila bertemu dengan enam huruf-huruf izhar 

          • Huruf-huruf Idzhar adalah sebagai berikut:
           Huruf-huruf Idzhar

          • Contoh Idzhar  

          Contoh Idzhar

          Monday, 13 February 2017

          Bacaan tajwid Idham ada 2 yaitu idgham bigunnah dan idgham bilagunnah

          Pengertian idgham :

          Idgham secara bahasa berarti meleburkan atau memasukan, dalam hukum nun mati, idham berarti meleburkan nun mati/tanwin,jadi cara membaca Idgham Bighunnah adalah menggabungkan bunyi nun sukun atau tanwin ke huruf Idgham dengan didengungkan selama satu alif.

          Huruf idgham ada 6 yakni : Ya', Ra', Mim, Lam, Waw and Nun,

          huruf-idgham-lengkap
          Huruf Idgham 

          huruf-idgham
          Huruf Idgham


          Pembahasan Pertama : Idgham Bigunnah

          Ghunah berarti dengung, Idgham bighunnah adalah meleburkan nun mati atau tanwin di sertai dengan dengung, Terjadi jika nun mati/tanwin bertemu dengan huruf idgham bigunnah yakni :

          ي ن م و

          Contoh Idgham Bighunnah:

          contoh-idgham-bigunnah
          Contoh Idgham Bigunnah

          Pembahasan Kedua: Idgham Bilagunnah

          Idgham Bilaghunnah yaitu memasukan/meleburkan nun mati dan tanwin (idgham) tanpa di sertai dengan dengung. Terjadi jika nun mati/tanwin bertemu dengan huruf idgham bilagunnah yakni :

          Huruf Idgham Bilagunnah


          Contoh Idgham Bilaghunnah:
          contoh-idgham-bilagunnah
          Contoh Idghom Bilagunnah


          Pengecualian :

          Jika nun mati dan tanwin bertemu dengan huruf idgham dalam satu kata, maka hal ini di baca jelas.Hanya ada 4 kata di dalam Al-Quran yang mengandung aturan tersebut, yaitu kata "Ad Dunya" , " Bunyan " , " Sinwan " dan "Qinwan"

          Contohnya :
          pengecualian-idgham
          Contoh Pengecualian Idgham
          Bacaan tajwid Idham ada 2 yaitu idgham bigunnah dan idgham bilagunnah

          Pengertian idgham :

          Idgham secara bahasa berarti meleburkan atau memasukan, dalam hukum nun mati, idham berarti meleburkan nun mati/tanwin,jadi cara membaca Idgham Bighunnah adalah menggabungkan bunyi nun sukun atau tanwin ke huruf Idgham dengan didengungkan selama satu alif.

          Huruf idgham ada 6 yakni : Ya', Ra', Mim, Lam, Waw and Nun,

          huruf-idgham-lengkap
          Huruf Idgham 

          huruf-idgham
          Huruf Idgham


          Pembahasan Pertama : Idgham Bigunnah

          Ghunah berarti dengung, Idgham bighunnah adalah meleburkan nun mati atau tanwin di sertai dengan dengung, Terjadi jika nun mati/tanwin bertemu dengan huruf idgham bigunnah yakni :

          ي ن م و

          Contoh Idgham Bighunnah:

          contoh-idgham-bigunnah
          Contoh Idgham Bigunnah

          Pembahasan Kedua: Idgham Bilagunnah

          Idgham Bilaghunnah yaitu memasukan/meleburkan nun mati dan tanwin (idgham) tanpa di sertai dengan dengung. Terjadi jika nun mati/tanwin bertemu dengan huruf idgham bilagunnah yakni :

          Huruf Idgham Bilagunnah


          Contoh Idgham Bilaghunnah:
          contoh-idgham-bilagunnah
          Contoh Idghom Bilagunnah


          Pengecualian :

          Jika nun mati dan tanwin bertemu dengan huruf idgham dalam satu kata, maka hal ini di baca jelas.Hanya ada 4 kata di dalam Al-Quran yang mengandung aturan tersebut, yaitu kata "Ad Dunya" , " Bunyan " , " Sinwan " dan "Qinwan"

          Contohnya :
          pengecualian-idgham
          Contoh Pengecualian Idgham

          Thursday, 13 October 2016

           
           
          Macam Macam Waqaf dan Contohnya Dalam Ilmu Tajwid - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai waqaf. Mulai dari pengertiannya, macamnya, tanda-tandanya dan sekaligus contohnya dalam Al qur'an. Sebelum dilanjutkan, silahkan baca dahulu Hukum Bacaan Mad Lengkap Beserta Contohnya dan Hukum Bacaan Nun Mati Bertemu Huruf Hijaiyah.

          Pengertian waqaf secara bahasa adalah berhenti atau menahan. Sedangkan secara istilah, wakaf dapat diartikan menghentikan bacaan dengan memutuskan suara di akhir kalimat untuk bernafas dengan niat ingin meneruskan kembali bacaan.(wikipedia.org)

          Tanda waqaf ada yang berada di akhir ayat maupun ditengah-tengah ayat. Langsung saja, berikut ini macam-macam waqaf, tanda-tandanya sekaligus contoh dalam Al-qur'an.

          Macam Macam Waqaf :

          Waqaf Tamm (Sempurna) adalah memberhentikan pada suatu bacaan yang dibaca secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, dan tidak memengaruhi arti dan makna dari bacaan karena tidak memiliki kaitan dengan bacaan atau ayat yang sebelumnya maupun yang sesudahnya.

          Waqaf Kaaf (Memadai) adalah mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, namun ayat tersebut masih berkaitan makna dan arti dari ayat sesudahnya.

          Waqaf Hasan (Baik) adalah mewaqafkan bacaan atau ayat tanpa memengaruhi makna atau arti, namun bacaan tersebut masih berkaitan dengan bacaan sesudahnya.

          Waqaf Qabih (Buruk) adalah mewaqafkan atau memberhentikan bacaan secara tidak sempurna atau memberhentikan bacaan di tengah-tengah ayat, wakaf ini harus dihindari karena bacaan yang diwaqafkan masih berkaitan lafaz dan maknanya dengan bacaan yang lain.

          Tanda - tanda Waqaf dan Contohnya:

          1. Waqaf La Washal (لا): Tanda wakof لا berarti "tidak boleh berhenti". Apabila anda menemukan tanda wakaf ini di tengah-tengah ayat, maka tidak diperbolehkan berhenti. Tetapi apabila anda menemukan tanda wakaf ini di akhir ayat maka boleh berhenti.




          2. Waqaf Saktah (س): Wakaf saktah (ساكته) berarti "Berhenti sejenak tanpa bernafas". Jadi apabila anda menemui tanda waqaf ini maka anda harus berhenti sejenak sehingga memutus bacaan tetapi tidak diperbolehkan bernafas.




          3. Waqaf Waslu Ula (صلى): Tanda waqaf ini berarti "diutamakan untuk melanjutkan bacaan". Apabila anda menemukan tanda waka ini, anda boleh berhenti atau melanjutkan. Tetapi lebih diutamakan untuk melanjutkan.




          4. Waqaf Mutlaq (ط): Tanda waqaf ini berarti "harus berhenti". Jadi apabila anda menemukan tanda waqaf ini maka anda harus berhenti.




          5. Waqaf Lazim (م): Tanda waqaf lazim ini berarti "berhenti". Waqaf lazim juga disebut waqaf tamm (sempurna), karena tanda waqaf ini menandakan sempurnanya sempurnanya kalimat. Jadi kalimat sebelumnya tidak ada hubungannya dengan kalimat setelahnya.




          6. Waqaf Muraqabah/Mu'anaqah (. ۛ. . ۛ.): Tanda waqaf muraqaba atau juga di sebut waqaf mu'anaqah ini berarti "berhenti disalah satu tanda". Waqaf ini akan selalu muncul sebanyak dua kali, sehingga anda harus berhenti disalah satu tadanya.




          7. Waqaf Jaiz (ج): Tanda waqaf ini berarti "boleh berhenti atau boleh melanjutan". Apabila anda menemukan tanda waqaf jaiz ini, maka anda diberi dua pilihan: berhenti atau melanjutkan.




          8. Waqaf Qabih (ق): Tanda waqaf qobih ini berarti "diutamakan meneruskan". Jadi, apabila anda menemukan tanda waqaf ini, maka dianjurkan untuk tidak berhenti.




          9. Waqaf Mustahab (قيف): Tanda waqaf ini berari "diutamakan berhenti". Apabila anda menemukan tanda waqaf ini, berarti anda dianjurkan untuk berhenti daripada melanjutkan.

          10. Waqaf Waqfu Ula (قال): Tanda waqaf ini berarti "diutamakan berhenti". Jadi dianjurkan untuk berhenti apabila anda menemui tanda waqaf ini.

          11. Waqaf Mujawaz (ز): Tanda waqaf ini berarti "diutamakan terus". Untuk tanda waqaf mujawaz ini anda dianjurkan untuk melanjutkan membaca.

          12. Waqaf Muraqas (ص): Tanda waqaf ini berarti "tidak berhenti". Selama tidak menemukan alasan untuk berhenti, maka anda meneruskan bacaan.

          13. Wakaf Khatalik (ﻙ): Tanda waqaf ini berarti "sama dengan waqaf sebelumnya". Jadi apabila anda menemukan tanda waqaf ini, maka anda harus menyamakan dengan tanda waqaf sebelumnya.

          14.. Waqaf Qif (ﻗﻴﻒ): Tanda waqaf ini berarti "Berhenti". Apabila anda menemukan tanda waqaf ini maka biasanya diteruskan membacanya, tanpa berhenti.

          15. Waqaf Waqfah (ﻭﻗﻔﻪ): Tanda waqaf waqfah ini sama dengan waqaf saktah yaitu "berhrnti tanpa bernafa". Tetapi waqaf waqfah ini berhenti sedikit lebih lama dari waqaf saktah.

          Cara Mewaqafkan:
          • Jika tanda waqaf berada di akhir kalimat yang berharakat sukun (mati), maka membacanya harus dibunyikan mati dengan jelas.
          • Jika tanda waqaf berada di akhir kalimat yang hurufnya berharakat. Makan cara membacanya harus disukunkan lebih dahulu kemudian dibaca mati dengan jelas menurut bacaan masing masing huruf.
          • Jika tanda waqaf berada di akhir kalimat yang hurufnya berupa ta' marbutah cara membacanya harus mengubah ta' marbutah tersebut menjadi ha' sukun.
          • Jika tanda waqaf berada di diakhir kalimat yang hurufnya didahului huruf mati, dan setelah mematika huruf akhir maka terdapat dua huruf mati. Cara membacanya yaitu dibunyikan sepenuhnya dengan menyuarakan setengah huruf yang terakhir, dengan suara pendek.
          • Jika tanda waqaf berada di akhir kalimat yang hurufnya didahului dengan mad atau mad layyin. Cara membacanya dengan mematika huruf terakhir dan dibaca panjang seperti mad aridl lissukun.
          • Jika tanda waqaf berada di akhir kalimat yang hurufnya berharakat fathah tanwin. Cara membacanya dengan membunyikan menjadi fathah yang dibaca panjang dua harakat dan berubah menjadi mad iwadh.
          Itulah perincian materi kita tentang macam-macam waqaf beserta contohnya, Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Wassalam
           
           
          Macam Macam Waqaf dan Contohnya Dalam Ilmu Tajwid - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai waqaf. Mulai dari pengertiannya, macamnya, tanda-tandanya dan sekaligus contohnya dalam Al qur'an. Sebelum dilanjutkan, silahkan baca dahulu Hukum Bacaan Mad Lengkap Beserta Contohnya dan Hukum Bacaan Nun Mati Bertemu Huruf Hijaiyah.

          Pengertian waqaf secara bahasa adalah berhenti atau menahan. Sedangkan secara istilah, wakaf dapat diartikan menghentikan bacaan dengan memutuskan suara di akhir kalimat untuk bernafas dengan niat ingin meneruskan kembali bacaan.(wikipedia.org)

          Tanda waqaf ada yang berada di akhir ayat maupun ditengah-tengah ayat. Langsung saja, berikut ini macam-macam waqaf, tanda-tandanya sekaligus contoh dalam Al-qur'an.

          Macam Macam Waqaf :

          Waqaf Tamm (Sempurna) adalah memberhentikan pada suatu bacaan yang dibaca secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, dan tidak memengaruhi arti dan makna dari bacaan karena tidak memiliki kaitan dengan bacaan atau ayat yang sebelumnya maupun yang sesudahnya.

          Waqaf Kaaf (Memadai) adalah mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, namun ayat tersebut masih berkaitan makna dan arti dari ayat sesudahnya.

          Waqaf Hasan (Baik) adalah mewaqafkan bacaan atau ayat tanpa memengaruhi makna atau arti, namun bacaan tersebut masih berkaitan dengan bacaan sesudahnya.

          Waqaf Qabih (Buruk) adalah mewaqafkan atau memberhentikan bacaan secara tidak sempurna atau memberhentikan bacaan di tengah-tengah ayat, wakaf ini harus dihindari karena bacaan yang diwaqafkan masih berkaitan lafaz dan maknanya dengan bacaan yang lain.

          Tanda - tanda Waqaf dan Contohnya:

          1. Waqaf La Washal (لا): Tanda wakof لا berarti "tidak boleh berhenti". Apabila anda menemukan tanda wakaf ini di tengah-tengah ayat, maka tidak diperbolehkan berhenti. Tetapi apabila anda menemukan tanda wakaf ini di akhir ayat maka boleh berhenti.




          2. Waqaf Saktah (س): Wakaf saktah (ساكته) berarti "Berhenti sejenak tanpa bernafas". Jadi apabila anda menemui tanda waqaf ini maka anda harus berhenti sejenak sehingga memutus bacaan tetapi tidak diperbolehkan bernafas.




          3. Waqaf Waslu Ula (صلى): Tanda waqaf ini berarti "diutamakan untuk melanjutkan bacaan". Apabila anda menemukan tanda waka ini, anda boleh berhenti atau melanjutkan. Tetapi lebih diutamakan untuk melanjutkan.




          4. Waqaf Mutlaq (ط): Tanda waqaf ini berarti "harus berhenti". Jadi apabila anda menemukan tanda waqaf ini maka anda harus berhenti.




          5. Waqaf Lazim (م): Tanda waqaf lazim ini berarti "berhenti". Waqaf lazim juga disebut waqaf tamm (sempurna), karena tanda waqaf ini menandakan sempurnanya sempurnanya kalimat. Jadi kalimat sebelumnya tidak ada hubungannya dengan kalimat setelahnya.




          6. Waqaf Muraqabah/Mu'anaqah (. ۛ. . ۛ.): Tanda waqaf muraqaba atau juga di sebut waqaf mu'anaqah ini berarti "berhenti disalah satu tanda". Waqaf ini akan selalu muncul sebanyak dua kali, sehingga anda harus berhenti disalah satu tadanya.




          7. Waqaf Jaiz (ج): Tanda waqaf ini berarti "boleh berhenti atau boleh melanjutan". Apabila anda menemukan tanda waqaf jaiz ini, maka anda diberi dua pilihan: berhenti atau melanjutkan.




          8. Waqaf Qabih (ق): Tanda waqaf qobih ini berarti "diutamakan meneruskan". Jadi, apabila anda menemukan tanda waqaf ini, maka dianjurkan untuk tidak berhenti.




          9. Waqaf Mustahab (قيف): Tanda waqaf ini berari "diutamakan berhenti". Apabila anda menemukan tanda waqaf ini, berarti anda dianjurkan untuk berhenti daripada melanjutkan.

          10. Waqaf Waqfu Ula (قال): Tanda waqaf ini berarti "diutamakan berhenti". Jadi dianjurkan untuk berhenti apabila anda menemui tanda waqaf ini.

          11. Waqaf Mujawaz (ز): Tanda waqaf ini berarti "diutamakan terus". Untuk tanda waqaf mujawaz ini anda dianjurkan untuk melanjutkan membaca.

          12. Waqaf Muraqas (ص): Tanda waqaf ini berarti "tidak berhenti". Selama tidak menemukan alasan untuk berhenti, maka anda meneruskan bacaan.

          13. Wakaf Khatalik (ﻙ): Tanda waqaf ini berarti "sama dengan waqaf sebelumnya". Jadi apabila anda menemukan tanda waqaf ini, maka anda harus menyamakan dengan tanda waqaf sebelumnya.

          14.. Waqaf Qif (ﻗﻴﻒ): Tanda waqaf ini berarti "Berhenti". Apabila anda menemukan tanda waqaf ini maka biasanya diteruskan membacanya, tanpa berhenti.

          15. Waqaf Waqfah (ﻭﻗﻔﻪ): Tanda waqaf waqfah ini sama dengan waqaf saktah yaitu "berhrnti tanpa bernafa". Tetapi waqaf waqfah ini berhenti sedikit lebih lama dari waqaf saktah.

          Cara Mewaqafkan:
          • Jika tanda waqaf berada di akhir kalimat yang berharakat sukun (mati), maka membacanya harus dibunyikan mati dengan jelas.
          • Jika tanda waqaf berada di akhir kalimat yang hurufnya berharakat. Makan cara membacanya harus disukunkan lebih dahulu kemudian dibaca mati dengan jelas menurut bacaan masing masing huruf.
          • Jika tanda waqaf berada di akhir kalimat yang hurufnya berupa ta' marbutah cara membacanya harus mengubah ta' marbutah tersebut menjadi ha' sukun.
          • Jika tanda waqaf berada di diakhir kalimat yang hurufnya didahului huruf mati, dan setelah mematika huruf akhir maka terdapat dua huruf mati. Cara membacanya yaitu dibunyikan sepenuhnya dengan menyuarakan setengah huruf yang terakhir, dengan suara pendek.
          • Jika tanda waqaf berada di akhir kalimat yang hurufnya didahului dengan mad atau mad layyin. Cara membacanya dengan mematika huruf terakhir dan dibaca panjang seperti mad aridl lissukun.
          • Jika tanda waqaf berada di akhir kalimat yang hurufnya berharakat fathah tanwin. Cara membacanya dengan membunyikan menjadi fathah yang dibaca panjang dua harakat dan berubah menjadi mad iwadh.
          Itulah perincian materi kita tentang macam-macam waqaf beserta contohnya, Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Wassalam

          Friday, 8 April 2016

          1. Hukum Bacaan Nun Mati/ Tanwin
           
          Nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) jika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyyah, hukum bacaannya ada 5 macam, yaitu:

          Izhar  (إظهار)
          Izhar artinya jelas atau terang. Apabila ada nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ)bertemu dengan salah satu huruf halqi (ا ح خ ع غ ه ), maka dibacanya jelas/terang.

          Idgham  (إدغام)
          Idgham Bighunnah (dilebur dengan disertai dengung)
          Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ)kedalam huruf sesudahnya dengan disertai (ber)dengung, jika bertemu dengan salah satu huruf yang empat, yaitu: ن م و ي
          Idgham Bilaghunnah (dilebur tanpa dengung)
          Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ)kedalam huruf sesudahnya tanpa disertai dengung, jika bertemu dengan huruf lam atau ra (ر، ل)

          Iqlab  (إقلاب)
          Iqlab artinya menukar atau mengganti. Apabila ada nun mati atau tanwin(ـًـٍـٌ / نْ) bertemu dengan huruf ba (ب), maka cara membacanya dengan menyuarakan /merubah bunyi نْ menjadi suara mim (مْ), dengan merapatkan dua bibir serta mendengung.

          Ikhfa  (إخفاء)
          Ikhfa artinya menyamarkan atau tidak jelas. Apabila ada nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ /نْ) bertemu dengan salah satu huruf ikhfa yang 15 (ت ث ج د ذ س ش ص ض ط ظ ف ق ك ), maka dibacanya samar-samar, antara jelas dan tidak (antara izhar dan idgham) dengan mendengung.


          2. Hukum Bacaan Mim Mati
          Mim mati (مْ) bila bertemu dengan huruf hijaiyyah, hukumnya ada tiga, yaitu:ikhfa syafawi, idgham mim, dan izhar syafawi.

          Ikhfa Syafawi  (إخفاء سفوى)
          Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan ba (ب), maka cara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan didengungkan.

          Idgham Mimi  ( إدغام ميمى)
          Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan mim (مْ), maka cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasyidkan dan wajib dibaca dengung.Idgham mimi disebut juga idgham mislain atau mutamasilain.

          Izhar Syafawi  (إظهار سفوى)
          Apabila mim mati  (مْ)  bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (مْ) dan ba (ب), maka cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut tertutup


          3. Pengertian Qalqalah

          Menurut bahasa qalqalah artinya gerak, sedangkan menurut istilah qalqalah adalah bunyi huruf yang memantul bila ia mati atau dimatikan, atau suara membalik dengan bunyi rangkap. Adapun huruf qalqalah terdiri atas lima huruf, yaitu : ق , ط , ب , ج , د agar mudah dihafal dirangkai menjadi قُطْبُ جَدٍ

          Macam-macam Qalqalah
          a. Qalqalah kubra (besar) yaitu Huruf Qalqalah yang berbaris hidup, dimatikan karena waqaf. inilah Qalqalah yang paling utama, cara membacanya dikeraskan qalqalahnya.

          Contoh : مَا خَلَقَ . أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ . زَوْجٍ بَهِيْجٍ .

          b. Qalqalah Sugra (kecil) yaitu Huruf Qalqalah yang berbaris mati, tetapi tidak waqaf padanya,caranya membacanya kurang dikeraskan Qalqalahnya.

          Contoh :   يَقْطَعُوْنَ     إِلاَّ إِبْلِيْسَ    وَمَا أَدْرَاكَ


          4. Hukum membaca Ra
          hukum bacaan Ra terbagi menjadi tiga,yaitu:

          a. Ra dibaca Tafkhim artinya tebal, apabila keadaannya sbb:
          1. Ra berharkat fathah اَلرَّسُوْلَ
          2. Ra berharkat dhummah رُحَمَاءِ
          3. Ra diwakafkan sebelumnya huruf yang berharkat fathah atau Dhummah يَنْصُرُ- َاْلاَبْتَرُ
          4. Ra sukun sebelumnya huruf yang berbaris fathah atau dhummah تُرْجَعُوْنَ- يَرْحَمٌ
          5. Ra sukun karena wakaf sebelumnya terdapat alif atau wau yang mati اَلْغَفُوْرُ-اَلْجَبَّارُ
          6. Bila ra terletak sesudah Hamzah Washal اُرْكُضْ- اِرْحَمْنَا

          Catatan:Hamzah Washal adalah Hamzah yang apabila terletak dia diawal dibaca, tetapi kalau ada yang mendahuluinya dia tidak dibaca

          b. Ra dibaca tarqiq (tipis) apabila keadaannya sebagai berikut:
          Ra dibaca Tarkik bila:
          1.Ra berharkat kasrah  رِحْلَةَ الشّتَاءِ _ تَجْرِيْ
          2. Ra sukun sebelumnya huruf berharkat kasrah dan sesudahnya bukanlah huruf Ist’la’ فِرْعَوْنَ – مِرْيَةٌ
          3. Ra sukun sebelumnya huruf yan berharkat kasrah dan sesudahnya huruf Ist’la’ dalam kata yang terpisah.  فَصْبِرْصَبْرًا
          4. Ra sukun karena wakaf, sebelumnya huruf berharkat kasrah atau ya sukun.
          جَمِيْعٌ مُنْتَصِرٌ – يَوْمَئِذِ لَخَبِيْرٌ
          5. Ra sukun karena wakaf sebelumnya bukan huruf huruf Isti’la’dan sebelumnya didahului oleh huruf yang berbaris kasrah. ذِيْ الذِّكْر

          Catata:huruf Isti’lak ialah melafalkan huruf dengan mengangkat pangkal lidah kelangit-langit yang mengakibatkan hurfnya besar ق ص ض ظ ط غ خ

          c. Ra boleh dibaca tafkhim atau tarqiq:
          Ra dibaca tarkik dan tafkhim bila:
          1. Ra sukun sebelumnya berharkat kasrah dan sesudahnya huruf Isti’la’ berharkat kasrah atau Kasratain. مِنْ عِرْضِهِ – بِحِرْص
          2. Ra sukun karena wakaf, sebelumnya huruf Isti’la’ yang berbaris mati, yang diawali dengan huruf yang berharkat kasrah. الْقِطْرِ – مِصْرِ


          5. Hukum Bacaan Maad
          Arti dari mad adalah memanjangkan suara suatu bacaan. Huruf mad ada tiga yaitu : ا  و ي
          Jenis mad terbagi 2 macam, yaitu :

          1. Mad Ashli / mad thobi’i
          Mad Ashli / mad thobi’I terjadi apabila :
          - huruf berbaris fathah bertemu dengan alif
          - huruf berbaris kasroh bertemu dengan ya mati
          - huruf berbaris dhommah bertemu dengan wawu mati
          Panjangnya adalah 1 alif atau dua harokat.
          contoh :


           2. Mad far’i
          Adapun jenis mad far’i ini terdiri dari 13 macam, yaitu :

          1) Mad Wajib Muttashil
          Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Panjangnya adalah 5 harokat atau 2,5 alif. (harokat = ketukan/panjang setiap suara)
          Contoh :
           
          2) Mad Jaiz Munfashil
          Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam kata yang berbeda.
          Panjangnya adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif).
          Contoh :
           
          3) Mad Aridh Lisukuun
          Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan huruf hidup dalam satu kalimat dan dibaca waqof (berhenti).
          Panjangnya adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif).  Apabila tidak dibaca waqof, maka hukumnya kembali seperti mad thobi’i.
          Contoh :
           
          4) Mad Badal
          Yaitu mad pengganti huruf hamzah di awal kata. Lambang mad madal ini biasanya berupa tanda baris atau kasroh tegak .
          Panjangnya adalah 2 harokat (1 alif)
          Contoh :
           
          5) Mad ‘Iwad
          Yaitu mad yang terjai apabila pada akhir kalimat terdapat huruf yang berbaris fathatain dan dibaca waqof.
          Panjangnya 2 harokat (1 alif).
          Contoh :
           
          6) Mad Lazim Mutsaqqol Kalimi
          Yaitu bila mad thobi’i bertemu dengan huruf yang bertasydid.
          Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif).
          Contoh :
           
          7) Mad Lazim Mukhoffaf Kalimi
          Yaitu bila mad thobi’i bertemu dengan huruf sukun atau mati.
          Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif).
          Contoh :
           
          8) Mad Lazim Harfi Musyba’
          Mad ini terjadi hanya pada awal surat dalam al-qur’an. Huruf mad ini ada delapan, yaitu :

           

          Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif)
          Contoh :
           
          9) Mad Lazim Mukhoffaf harfi
          Mad ini juga terjadi hanya pada awal surat dalam al-qur’an. Huruf mad ini ada lima, yaitu :
           

          Panjangnya adalah 2 harokat.
          Contoh :
           
          10) Mad Layyin
          Mad ini terjadi bila :
          huruf berbaris fathah bertemu wawu mati atau ya mati, kemudian terdapat huruf lain yg juga mempunyai baris.
          Mad ini terjadi di akhir kalimat kalimat yang dibaca waqof (berhenti).
          Panjang mad ini adalah 2 – 6 harokat ( 1 – 3 alif).
          Contoh :
           

          11) Mad Shilah
          Mad ini terjadi pada huruh “ha” di akhir kata yang merupakan dhomir muzdakkar mufrod lilghoib (kata ganti orang ke-3 laki-laki).
          Syarat yang harus ada dalam mad ini adalah bahwa huruf sebelum dan sesudah “ha” dhomir harus berbaris hidup dan bukan mati/sukun.
          Mad shilah terbagi 2, yaitu :

          a) Mad Shilah Qashiroh
          Terjadi bila setelah “ha” dhomir terdapat huruf selain hamzah. Dan biasanya mad ini dilambangkan dengan baris fathah tegak, kasroh tegak, atau dhommah terbalik pada huruf “ha” dhomir.
          Panjangnya adalah 2 harokat (1 alif).
          Contoh :
           
          b) Mad Shilah Thowilah
          Terjadi bila setelah “ha” dhomir terdapat huruf hamzah.
          Panjangnya adalah 2-5 harokat (1 – 2,5  alif).
          Contoh :
           
          12) Mad Farqu
          Terjadi bila mad badal bertemu dengan huruf yang bertasydid dan untuk membedakan antara kalimat istifham (pertanyaan) dengan sebuutan/berita.
          Panjangnya 6 harokat.
          Contoh :
           
          13) Mad Tamkin
          Terjadi bila 2 buah huruf ya bertemu dalam satu kalimat, di mana ya pertama berbaris kasroh dan bertasydid dan ya kedua berbaris sukun/mati.
          Panjangnya 2 – 6 harokat (1 – 3 alif).
          Contoh :
           


          6. HUKUM BACAAN ALIF LAM
          Dalam ilmu tajwid dikenal hukum bacaan alif lam ( ال ). Hukum bacaan alim lam  ( ال) menyatakan bahwa apabila huruf alim lam ( ال ) bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah, maka cara membaca huruf alif lam ( ال ) tersebut terbagi atas dua macam, yaitu alif lam ( ال ) syamsiyah dan alif lam ( ال ) qamariyah

          1. Pengertian hukum bacaan “Al” Syamsiyah.
          “Al” Syamsiyah adalah “Al” atau alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf syamsiyah dan dibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca).
          Huruf-huruf tersebut adalah     ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن

          Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Syamsiyah:
          a. Dibacanya dileburkan/idghom
          b. Ada tanda tasydid/syiddah ( ) di atas huruf yang terletak setelah alif lam mati => الـــّ
          Contoh:
          وَالشَّمْسِ     يَوْمُ الدِّيْنِ     وَالضُّحَى    

          2. Pengertian hukum bacaan “Al” Qamariyah
          “Al” Qamariyah adalah “Al” atau alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf qamariyah dan dibacanya jelas/izhar.
          Huruf-huruf tersebut adalah :    ا ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ي

          Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Qamariyah:
          a. Dibacanya jelas/izhar
          b. Ada tanda sukun ( ْ ) di atas huruf alif lam mati => الْ
          Contoh:
          اَلْهَادِى     وَالْحَمْدُ     بِاْلإِيْمَانِ



          7. TANDA-TANDA WAQAF
           Waqaf artinya berhenti, yaitu berhenti ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an baik di akhir ayat atau di pertengahan ayat.
          Adapun tanda-tanda waqaf antara lain :
          1. Hukum Bacaan Nun Mati/ Tanwin
           
          Nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) jika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyyah, hukum bacaannya ada 5 macam, yaitu:

          Izhar  (إظهار)
          Izhar artinya jelas atau terang. Apabila ada nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ)bertemu dengan salah satu huruf halqi (ا ح خ ع غ ه ), maka dibacanya jelas/terang.

          Idgham  (إدغام)
          Idgham Bighunnah (dilebur dengan disertai dengung)
          Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ)kedalam huruf sesudahnya dengan disertai (ber)dengung, jika bertemu dengan salah satu huruf yang empat, yaitu: ن م و ي
          Idgham Bilaghunnah (dilebur tanpa dengung)
          Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ)kedalam huruf sesudahnya tanpa disertai dengung, jika bertemu dengan huruf lam atau ra (ر، ل)

          Iqlab  (إقلاب)
          Iqlab artinya menukar atau mengganti. Apabila ada nun mati atau tanwin(ـًـٍـٌ / نْ) bertemu dengan huruf ba (ب), maka cara membacanya dengan menyuarakan /merubah bunyi نْ menjadi suara mim (مْ), dengan merapatkan dua bibir serta mendengung.

          Ikhfa  (إخفاء)
          Ikhfa artinya menyamarkan atau tidak jelas. Apabila ada nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ /نْ) bertemu dengan salah satu huruf ikhfa yang 15 (ت ث ج د ذ س ش ص ض ط ظ ف ق ك ), maka dibacanya samar-samar, antara jelas dan tidak (antara izhar dan idgham) dengan mendengung.


          2. Hukum Bacaan Mim Mati
          Mim mati (مْ) bila bertemu dengan huruf hijaiyyah, hukumnya ada tiga, yaitu:ikhfa syafawi, idgham mim, dan izhar syafawi.

          Ikhfa Syafawi  (إخفاء سفوى)
          Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan ba (ب), maka cara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan didengungkan.

          Idgham Mimi  ( إدغام ميمى)
          Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan mim (مْ), maka cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasyidkan dan wajib dibaca dengung.Idgham mimi disebut juga idgham mislain atau mutamasilain.

          Izhar Syafawi  (إظهار سفوى)
          Apabila mim mati  (مْ)  bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (مْ) dan ba (ب), maka cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut tertutup


          3. Pengertian Qalqalah

          Menurut bahasa qalqalah artinya gerak, sedangkan menurut istilah qalqalah adalah bunyi huruf yang memantul bila ia mati atau dimatikan, atau suara membalik dengan bunyi rangkap. Adapun huruf qalqalah terdiri atas lima huruf, yaitu : ق , ط , ب , ج , د agar mudah dihafal dirangkai menjadi قُطْبُ جَدٍ

          Macam-macam Qalqalah
          a. Qalqalah kubra (besar) yaitu Huruf Qalqalah yang berbaris hidup, dimatikan karena waqaf. inilah Qalqalah yang paling utama, cara membacanya dikeraskan qalqalahnya.

          Contoh : مَا خَلَقَ . أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ . زَوْجٍ بَهِيْجٍ .

          b. Qalqalah Sugra (kecil) yaitu Huruf Qalqalah yang berbaris mati, tetapi tidak waqaf padanya,caranya membacanya kurang dikeraskan Qalqalahnya.

          Contoh :   يَقْطَعُوْنَ     إِلاَّ إِبْلِيْسَ    وَمَا أَدْرَاكَ


          4. Hukum membaca Ra
          hukum bacaan Ra terbagi menjadi tiga,yaitu:

          a. Ra dibaca Tafkhim artinya tebal, apabila keadaannya sbb:
          1. Ra berharkat fathah اَلرَّسُوْلَ
          2. Ra berharkat dhummah رُحَمَاءِ
          3. Ra diwakafkan sebelumnya huruf yang berharkat fathah atau Dhummah يَنْصُرُ- َاْلاَبْتَرُ
          4. Ra sukun sebelumnya huruf yang berbaris fathah atau dhummah تُرْجَعُوْنَ- يَرْحَمٌ
          5. Ra sukun karena wakaf sebelumnya terdapat alif atau wau yang mati اَلْغَفُوْرُ-اَلْجَبَّارُ
          6. Bila ra terletak sesudah Hamzah Washal اُرْكُضْ- اِرْحَمْنَا

          Catatan:Hamzah Washal adalah Hamzah yang apabila terletak dia diawal dibaca, tetapi kalau ada yang mendahuluinya dia tidak dibaca

          b. Ra dibaca tarqiq (tipis) apabila keadaannya sebagai berikut:
          Ra dibaca Tarkik bila:
          1.Ra berharkat kasrah  رِحْلَةَ الشّتَاءِ _ تَجْرِيْ
          2. Ra sukun sebelumnya huruf berharkat kasrah dan sesudahnya bukanlah huruf Ist’la’ فِرْعَوْنَ – مِرْيَةٌ
          3. Ra sukun sebelumnya huruf yan berharkat kasrah dan sesudahnya huruf Ist’la’ dalam kata yang terpisah.  فَصْبِرْصَبْرًا
          4. Ra sukun karena wakaf, sebelumnya huruf berharkat kasrah atau ya sukun.
          جَمِيْعٌ مُنْتَصِرٌ – يَوْمَئِذِ لَخَبِيْرٌ
          5. Ra sukun karena wakaf sebelumnya bukan huruf huruf Isti’la’dan sebelumnya didahului oleh huruf yang berbaris kasrah. ذِيْ الذِّكْر

          Catata:huruf Isti’lak ialah melafalkan huruf dengan mengangkat pangkal lidah kelangit-langit yang mengakibatkan hurfnya besar ق ص ض ظ ط غ خ

          c. Ra boleh dibaca tafkhim atau tarqiq:
          Ra dibaca tarkik dan tafkhim bila:
          1. Ra sukun sebelumnya berharkat kasrah dan sesudahnya huruf Isti’la’ berharkat kasrah atau Kasratain. مِنْ عِرْضِهِ – بِحِرْص
          2. Ra sukun karena wakaf, sebelumnya huruf Isti’la’ yang berbaris mati, yang diawali dengan huruf yang berharkat kasrah. الْقِطْرِ – مِصْرِ


          5. Hukum Bacaan Maad
          Arti dari mad adalah memanjangkan suara suatu bacaan. Huruf mad ada tiga yaitu : ا  و ي
          Jenis mad terbagi 2 macam, yaitu :

          1. Mad Ashli / mad thobi’i
          Mad Ashli / mad thobi’I terjadi apabila :
          - huruf berbaris fathah bertemu dengan alif
          - huruf berbaris kasroh bertemu dengan ya mati
          - huruf berbaris dhommah bertemu dengan wawu mati
          Panjangnya adalah 1 alif atau dua harokat.
          contoh :


           2. Mad far’i
          Adapun jenis mad far’i ini terdiri dari 13 macam, yaitu :

          1) Mad Wajib Muttashil
          Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Panjangnya adalah 5 harokat atau 2,5 alif. (harokat = ketukan/panjang setiap suara)
          Contoh :
           
          2) Mad Jaiz Munfashil
          Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam kata yang berbeda.
          Panjangnya adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif).
          Contoh :
           
          3) Mad Aridh Lisukuun
          Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan huruf hidup dalam satu kalimat dan dibaca waqof (berhenti).
          Panjangnya adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif).  Apabila tidak dibaca waqof, maka hukumnya kembali seperti mad thobi’i.
          Contoh :
           
          4) Mad Badal
          Yaitu mad pengganti huruf hamzah di awal kata. Lambang mad madal ini biasanya berupa tanda baris atau kasroh tegak .
          Panjangnya adalah 2 harokat (1 alif)
          Contoh :
           
          5) Mad ‘Iwad
          Yaitu mad yang terjai apabila pada akhir kalimat terdapat huruf yang berbaris fathatain dan dibaca waqof.
          Panjangnya 2 harokat (1 alif).
          Contoh :
           
          6) Mad Lazim Mutsaqqol Kalimi
          Yaitu bila mad thobi’i bertemu dengan huruf yang bertasydid.
          Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif).
          Contoh :
           
          7) Mad Lazim Mukhoffaf Kalimi
          Yaitu bila mad thobi’i bertemu dengan huruf sukun atau mati.
          Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif).
          Contoh :
           
          8) Mad Lazim Harfi Musyba’
          Mad ini terjadi hanya pada awal surat dalam al-qur’an. Huruf mad ini ada delapan, yaitu :

           

          Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif)
          Contoh :
           
          9) Mad Lazim Mukhoffaf harfi
          Mad ini juga terjadi hanya pada awal surat dalam al-qur’an. Huruf mad ini ada lima, yaitu :
           

          Panjangnya adalah 2 harokat.
          Contoh :
           
          10) Mad Layyin
          Mad ini terjadi bila :
          huruf berbaris fathah bertemu wawu mati atau ya mati, kemudian terdapat huruf lain yg juga mempunyai baris.
          Mad ini terjadi di akhir kalimat kalimat yang dibaca waqof (berhenti).
          Panjang mad ini adalah 2 – 6 harokat ( 1 – 3 alif).
          Contoh :
           

          11) Mad Shilah
          Mad ini terjadi pada huruh “ha” di akhir kata yang merupakan dhomir muzdakkar mufrod lilghoib (kata ganti orang ke-3 laki-laki).
          Syarat yang harus ada dalam mad ini adalah bahwa huruf sebelum dan sesudah “ha” dhomir harus berbaris hidup dan bukan mati/sukun.
          Mad shilah terbagi 2, yaitu :

          a) Mad Shilah Qashiroh
          Terjadi bila setelah “ha” dhomir terdapat huruf selain hamzah. Dan biasanya mad ini dilambangkan dengan baris fathah tegak, kasroh tegak, atau dhommah terbalik pada huruf “ha” dhomir.
          Panjangnya adalah 2 harokat (1 alif).
          Contoh :
           
          b) Mad Shilah Thowilah
          Terjadi bila setelah “ha” dhomir terdapat huruf hamzah.
          Panjangnya adalah 2-5 harokat (1 – 2,5  alif).
          Contoh :
           
          12) Mad Farqu
          Terjadi bila mad badal bertemu dengan huruf yang bertasydid dan untuk membedakan antara kalimat istifham (pertanyaan) dengan sebuutan/berita.
          Panjangnya 6 harokat.
          Contoh :
           
          13) Mad Tamkin
          Terjadi bila 2 buah huruf ya bertemu dalam satu kalimat, di mana ya pertama berbaris kasroh dan bertasydid dan ya kedua berbaris sukun/mati.
          Panjangnya 2 – 6 harokat (1 – 3 alif).
          Contoh :
           


          6. HUKUM BACAAN ALIF LAM
          Dalam ilmu tajwid dikenal hukum bacaan alif lam ( ال ). Hukum bacaan alim lam  ( ال) menyatakan bahwa apabila huruf alim lam ( ال ) bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah, maka cara membaca huruf alif lam ( ال ) tersebut terbagi atas dua macam, yaitu alif lam ( ال ) syamsiyah dan alif lam ( ال ) qamariyah

          1. Pengertian hukum bacaan “Al” Syamsiyah.
          “Al” Syamsiyah adalah “Al” atau alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf syamsiyah dan dibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca).
          Huruf-huruf tersebut adalah     ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن

          Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Syamsiyah:
          a. Dibacanya dileburkan/idghom
          b. Ada tanda tasydid/syiddah ( ) di atas huruf yang terletak setelah alif lam mati => الـــّ
          Contoh:
          وَالشَّمْسِ     يَوْمُ الدِّيْنِ     وَالضُّحَى    

          2. Pengertian hukum bacaan “Al” Qamariyah
          “Al” Qamariyah adalah “Al” atau alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf qamariyah dan dibacanya jelas/izhar.
          Huruf-huruf tersebut adalah :    ا ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ي

          Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Qamariyah:
          a. Dibacanya jelas/izhar
          b. Ada tanda sukun ( ْ ) di atas huruf alif lam mati => الْ
          Contoh:
          اَلْهَادِى     وَالْحَمْدُ     بِاْلإِيْمَانِ



          7. TANDA-TANDA WAQAF
           Waqaf artinya berhenti, yaitu berhenti ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an baik di akhir ayat atau di pertengahan ayat.
          Adapun tanda-tanda waqaf antara lain :

          Fans Page (LIKE YA)

          Popular Posts