Ilmu Tajwid Lengkap

Blog tentang Ilmu Tajwid Lengkap, Penjelasan Ilmu Tajwid Lengkap, Contoh-contoh Ilmu Tajwid Lengkap, dan Ilmu-ilmu Islam Lainnya.

Pembagian Tempat Keluarnya Huruf - Bagian 2 Maudhi'ul Halqi

Pembagian Tempat Keluarnya Huruf - Bagian 2 Maudhi'ul Halqi

Selamat sahabat Ilmu Tajwid Lengkap semuanya. Apa kabanya niyh?  Semoga semuanya dalam keadaan baik dan selalu dalam lindungan Alloh SWT. Pada kesempatan kali ini, saya akan melanjutkan janji saya, untuk mempostingan lanjutan dari materi Ilmu Tajwid Lengkap sebelumnya yang berjudul Pembagian Tempat Keluarnya Huruf - Bagian 1 Maudhi'ul Jauf

Nah, untuk kali ini saya akan menjelaskan Makhorijul Huruf yang bagian ke - 2 teman-teman. Saya kasih judul postingan ini dengan judul Pembagian Tempat Keluarnya Huruf - Bagian 2 Maudhi'ul Halqi. Baik untuk lebih jelasnya bisa kalian simak di bawah ini penjelasan singkat mengenai Maudhi'ul Halqi dan macam-macam mahkroj yang keluar dari Halqi:

Oh iya, Apa siyh Maudhi'ul Halqi itu ? bagi teman-teman yang belum tau bagian-bagian dari makhorijul huruf, bisa baca pasa postingan saya yang berjudul : Pengertian Makhorijul Huruf (Versi Ringkas) (Klik saja)

Maudhi’ul Halqi  ( موضع الحلق ) artinya tempat makhroj yang terletak pada kerongkongan atau rongga mulut (rengkungan). Halqi artinya Rongga Mulut.

Pada Maudhi'ul Halqi ini terdiri atas tiga makhroj, yaitu:

1. Makhroj Aqsol Halqi


Huruf-huruf yang dikeluarkan oleh makhroj aqsol halqi ini ada dua, yaitu Hamzah dan Haa (ھ - ء)

Contoh:

اُكُلُهَا – اَأَنْذَرْتَهُمْ – اَنَّهَا – اَكْثَرُهُ

2. Makhroj Wasthul Halqi


Huruf-huruf yang dikeluarkan oleh makhroj Wasthul Halqi ini ada dua, yaitu 'ain dan ha' (ح - ع)

Contoh:

عَنْهُمْ – اَحْسَنُ – اَعْيُنُ – مُحِيْطٌ

3. Makhroj Adnal Halqi


Huruf-huruf yang dikeluarkan oleh makhroj adnal halqi ini ada dua, yaitu ghoin dan kho' (خ - غ)

Contoh:

اَغْنَى – مُخْرِجٌ – مَغْضُوْبِ – خَسِرِيْنَ

Keenam huruf (ھ – ء - ح – ع - خ - غ) yang dikeluarkan oleh ketiga makhroj itu disebut huruf halqiyah.

Perhatikan gambar makhroj (ھ – ء - ح – ع - خ - غ) di bawah ini :

Pembagian Tempat Keluarnya Huruf - Bagian 1 Maudhi'ul Jauf

Keluarnya Huruf , Maudhi'ul Jauf, Jauf

Selamat malam sahabat Ilmu Tajwid Lengkap, sudah lama niyh saya tidak update postingan. Postingan saya yang terakhir yaitu mengenai Pengertian Makhorijul Huruf (Versi Ringkas), dimana dalam postingan itu saya menjelaskan secara ringkas perihal pengertian dari Makhorijul Huruf, bagi yang belum baca saya sarankan baca dulu yah, karena pembahasan selanjutnya kita akan membahas pembagian makhorijul huruf.

Sebenarnya makhorijul huruf itu ada 19 makhroj dan dikelompokkan atau dibagi menjadi lima bagian loh... Hmmm Banyak juga yah. Bagi anda yang ingin membaca al-Qur'annya fasih dan tartil, kalian harus belajar mengenal dan mempraktekkan Makhorijul Huruf ini yah.

Baik, langsung saja sesuai judulnya Pembagian Tempat Keluarnya Huruf -  Bagian 1 Maudhi'ul Jauf, pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai Bagian Pertama dari makhorijul huruf, yaitu Maudhi'ul Jauf.

Pada maudhi'ul Jauf ini, hanya terdapat satu makhroj yang disebut makhroj jauf. Huruf-huruf yang dikeluarkan dari makhroj jauf ini adalah huruf mad atau hurf layyin, yaitu Alif, Wawu dan Ya, yang ketiga-tiganya mati (Sukun).

Perhatikan gambar di bawah ini !


Contoh huruf alif yang mati ( اْ ) yang jatuh setelah huruf yang berharakat Fathah:

اِنَّا – اِيَّاكَ – قَالَ – طَالَ – كَانَ

Contoh huruf Wawu yang mati ( وْ ) yang jatuh setelah huruf berharakat dhommah:

قُوْمُوْ – مُسِنُوْنَ – وَابْتَغُوْا – قَالَ

Contohhuruf ya mati yang ( يْ ) jatuh setelah huruf berkharakat kasroh:

قِيْلَ – يُرِيْدُ – رَحِيْمٌ - خسِرِيْنَ

Itu saja penjelasannya. Next kita akan menjelaskan Bagian kedua yaitu Maudhi'ul Halqi. Ditunggu yah teman-teman.

Pengertian Makhorijul Huruf (Versi Ringkas)

Pengertian Makhorijul Huruf (Versi Ringkas)

Seperti biasanya niyh, saya update postingan pada malam hari.

Kali ini saya akan membertikan materi baru, seperti yang telah saya janjikan sebelumnya pada postingan yang telah kami publish.

Oh iya jangan lupa baca postingan dari saya yang terbaru yah teman-teman :


Oke, kali ini saya akan memberikan materi singkat mengenai Makhorijul Huruf

Memang kalau baca al-Qur’an itu tidak boleh asal ucap di mulut saja, ada hukum-hukumnya atau bisa kita sebut dengan Ilmu Tajwid.

Bahkan ketika mengeluarkan atau membunyikan atau menyuarakan huruf ketika membaca al-Qur’an ada letak-letak khusus, tidak dengan huruf-huruf lainnya.

Sungguh indah Bahasa Alloh ya teman-teman.

Baik, kita simak saja penjelasannya di bawah ini ya...

Pengertian Makhorijul Huruf (Versi Ringkas)


Yang dimaksud dengan makhorijul huruf yaitu tempat keluarnya huruf ketika membunyikan/menyuarakannya. Tempat keluarnya huruf (makhroj) itu ada Sembilan Belas yang terbagi pada lima tempat (mawadhi’), yaitu diantaranya:

  1. Maudhi’ul Jaufi (موضع الجوف ) artinya tempat makhroj yang terletak pada rongga mulut. Jauf artinya rongga.
  2. Maudhi’ul Halqi  ( موضع الحلق ) artinya tempat makhroj yang terletak pada kerongkongan atau rongga mulut (rengkungan). Halqi artinya Rongga Mulut.
  3. Maudhi’ul Lisan ( موضع اللسان ) artinya tempat makhroj yang terletak pada Lidah atau lisan.
  4. Maudhi’usysyafataini (   موضع الشّفتين) artinya tempat makhroj yang terletak pada dua bibir (atas dan bawah). Syafatain artinya dua bibir.
  5. Maudhi’ul Khaisyum (  موضع الحيشوم) artinya tempat makhroj yang terltak pada pangkal hidung. Khaisyum artinya pangkal Hidung.


Begitulah kira-kira penjelasan singkatnya.

Untuk materi selanjutnya pembagian Makhorijul Huruf , Materi itu akan sedikit panjang ya teman-teman, karena materi pembagian Makhorijul Huruf agak panjang hehehe

Jangan lupa untuk Share artikel ini ke Medsos yah........ 

Terima Kasih.

Pengecualian Hukum Bacaan Ha' Dhamir

Pengecualian Hukum Bacaan Ha' Dhamir

Selamat malam Pembaca Ilmu Tajwid Lengkap.

Seperti yang telah saya janjikan, saya sekarang akan menambhakna materi mengenai Ha' Dhamir. Masih mengenai Ha' Dhamir yah hehehe

Nah, karena sebelumnya saya sudah memposting materi mengenai Pengertian Ha' Dhamir dan Hukum dan Cara Membaca Ha' Dhamir, sekarang saya akan memberikan materi mengenai Pengecualian Hukum Bacaan Ha' Dhamir.

Untuk Pengecualian Hukum Bacaan Ha' Dhamir itu di bagi dua, yaitu :

1. Huruf Ha' yang terdapat pada ayat-ayat di bawah ini harus dibaca pendek, karena Ha' tersebut bukan Ha Dhamir tetapi Ha' kalimat.



  • Surat Al-Alaq ayat 15

 كَلَّا لَئِن لَّمۡ يَنتَهِ لَنَسۡفَعَۢا بِٱلنَّاصِيَةِ 

  • Surat Maryam ayat 46

لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ لَأَرۡجُمَنَّكَ 

  • Surat Assyu’arra’ ayat 116

قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰنُوحُ 

  • Surat Hud ayat 91

مَا نَفۡقَهُ كَثِيرٗا 

  • Surat Mukminun ayat 19

فِيهَا فَوَٰكِهُ كَثِيرَةٞ 

  • Surat As Shaffat ayat 42

فَوَٰكِهُ وَهُم مُّكۡرَمُونَ 

  • Surat Assyu’arra’ ayat 167

قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ 

2. Huruf Ha' yang terdapat pada ayat-ayat di bawah ini harus dibaca sukun (mati) baik ketika waqaf maupun washol.


  • Surat Al-Baqoroh ayat 259
وَشَرَابِكَ لَمۡ يَتَسَنَّهۡۖ 
  • Surat al-An’am ayat 90
فَبِهُدَىٰهُمُ ٱقۡتَدِهۡۗ 
  • Surat al-A’raf ayat 111
 قَالُوٓاْ أَرۡجِهۡ وَأَخَاهُ 
  • Surat Assyu’arra’ ayat 36
قَالُوٓاْ أَرۡجِهۡ وَأَخَاهُ
  • Surat al-Haqqoh ayat 28
 مَآ أَغۡنَىٰ عَنِّي مَالِيَهۡۜ 
  • Surat al-Haqqoh ayat 29
 هَلَكَ عَنِّي سُلۡطَٰنِيَهۡ 

Baik untuk hari ini dicukupkan sekian yah...

Semoga materi ini bisa bermanfaat bagi semuanya. Aamiin

Tunggu untuk materi selanjutnya tentang Makhorijul Huruf.
Mesothelioma, a life-threatening type of cancer that can affect the lungs, abdomen, and several other major organs, has been linked to prolonged exposure to asbestos. Many people who were victims of exposure have sought the advice of a mesothelioma law firm to get justice and help them cover the overwhelming expenses associated with this disease. Most victims were exposed to asbestos at work. In many cases, the manufacturers of asbestos and asbestos-containing materials knew of the hidden dangers and risks of asbestos, yet failed to inform the public. Because of this, workers who developed health issues from asbestos exposure may be eligible for financial compensation to cover expenses such as lost wages, medical bills, emotional suffering, physical pain, and more. If you suffer from mesothelioma, asbestos-related lung cancer, or asbestosis, you may be eligible for a large amount of compensation. Currently, there is over $30 billion in asbestos trust funds, set up for those who have been diagnosed with an asbestos-related illness. Fill out our form to receive our free Financial Compensation Packet. Our packet is loaded with information on leading mesothelioma attorneys in your area, how to file a claim for asbestos trust funds, how to get paid in 90 days, and more. What Does a Mesothelioma Law Firm Do? Law firms specializing in mesothelioma focus primarily on victims of this type of cancer as well as those with other asbestos-related diseases. For the best chance of a positive outcome for an asbestos case, it is important to avoid settling for a law firm that takes on all kinds of personal injury cases. You need a legal team that specializes in mesothelioma cases, as these types of lawsuits are complicated and require an in-depth understanding of asbestos exposure and diseases. Attorneys at asbestos law firms have a deep knowledge of federal and state laws regarding asbestos use and how it has been used in a range of industries where workers were exposed. They also have sharp investigative skills and are able to dig deep to uncover when and where companies exposed workers to asbestos. You need the guidance and advice of this kind of law firm to have the best chance of a successful claim or lawsuit.

Hukum dan Cara Membaca Ha' Dhamir

Hukum dan Cara Membaca Ha' Dhamir

Selamat malam kawan-kawan semuanya. Hari ini saya akan meneruskan pembahasan yang telah saya sampaikan sebelumnya mengenai Ha' Dhamir.

Pada postingan saya sebelumnya, saya menjelaskan mengenai Pengertian Ha' Dhamir, bagi teman-teman yang belum mengetahu Pengertian Ha' Dhamir, monggo dibaca dulu, biar jelas dan paham.

Baik tanpa pikir lebar lagi, sekarang saya akan memberikan beberapa penjelasan mengenai Hukum dan Cara Membaca Ha' Dhamir secara singkat dan jelas. Semoga kawan-kawan semunya bisa mengerti apa yang akan saya sampaikan ini.

Oke simak saja di bawah sini penjelasannya ya !

Hukum dan Cara Membaca Ha' Dhamir


Hukum dan Cara Membaca Ha' Dhamir ketika dihubungkan dengan lafal sebelm atau sesudahnya terbagi menjadi empat macam, yaitu:

  • Dibaca Sukun
  • Dibaca Pendek
  • Dibaca Mad Shilah Qashiroh
  • Dibaca Mad Shilah Thawilah

1. Ha' Dhamir Sukun/Mati


Setiap Ha' Dhamir yang terletak pada lafal yang dibaca wakaf atau berhenti, maka Ha' Dhamir itu wajib dibaca sukun atau mati, baik wakafnya itu karena adanya tanda wakaf, atau karena kehabisan nafas di tengah ayat.

Contoh:

ü                      فَاسْتَخَفَّ قَوْمُهُ فَاطَاعُوْهُۗ
ü                      وَمَاتَحْمِلُ مِنْ اُنْثٰى وَلَا تَضَعُ اِلَّا بِعِلْمِهِۗ
ü                      لَاتُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِۗ

Baik untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan salah satu contoh di atas.

Sebenarnya ini sudah jelas sekali, jika ada Ha' Dhamir di akhir atau ada tanda wakaf, maka harus berhenti. Seperti yang ada pada lafadz فَاطَاعُوْهُۗ , yang terdapat tanda wakaf.

2. Ha' Dhamir dibaca Pendek


Ha' Dhamir dibaca pendek apabila huruf sebelum atau sesudahnya dibaca sukun atau mati.

Contoh:

ü                      وَاتَّبَعُوْامَنْ لَّمْ يَزِدْهُ مَالُهُ وَوَلَدُهٗاِلَّاخَسَارًا
ü                      وَمَاكَانَ لِبَشَرٍاَنْ يَّكَلَّمِهُ الّٰلهُ اِلَّاوَحْيًا
ü                      ......حَسَنًايُضٰعِفْهُ لَكُمْ

Baik untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan salah satu contoh di atas.

Untuk hukum bacaan ini, tandanya adalah huruf sebelum atau sesudahnya adalah Sukun atau mati, pada contoh di atas seperti yang ada pada lafadz يَزِدْهُ , bisa kita lihat sebelum Ha' Dhamir, huruf Dzal berharakat sukun/mati, maka Ha' Dhamir disana dibaca pendek.

3. Ha' Dhamir dibaca Mad Shilah Qoshiroh


Ha' Dhamir dibaca Mad Shilah Qoshiroh apabila huruf sebelum atau sesudahnya terdiri dari huruf hidup (berharakat) selain huruf hamzah. Adapun panjang bacaannya adalah 1 alif atau 2 harakat.

Contoh:

ü                      وَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ ولِرَسُوْلِهٖ وَلِلْمُؤمِنِيْنَ
ü                      اِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهٖ بَصِيْرًا
ü                      وَيَنْقَلِبُ اِلَى اَهْلِهٖ مَسْرُوْرًا

Baik untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan salah satu contoh di atas.

Kita ambil satu contoh saja, lihat pada lafadz ولِرَسُوْلِهٖ Ha' Dhamir disana berharakat Kasroh Alif, nah itu adalah salah satu ciri Ha' Dhamir yang wajib di baca Mad Shilah Qoshiroh.

4. Ha' Dhamir dibaca Mad Shilah Thawilah


Ha' Dhamir wajib dibaca Mad Shilah Thawilah apabila Ha' Dhamir itu jatuh setelah huruf hidup (berharakat) dan setelah ha' dhamir itu berupa huruf hamzah. Adapun panjang bacaan Mad Shilah Thawilah ini adalah 2 setengah alif atau 5 harakat.

Contoh:

ü                      اَيَحْسَبُ اَنَّمَا لَهٗٓ اَخْلَدَهُ
ü                      ..........عَذَابَهُٓ اَحَدٌ
ü                      ............يُظْهِرَعَلٰى غَيْبِهٖٓ اَحَدًا

Baik untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan salah satu contoh di atas.

Kita ambil satu contoh saja, lihat pada lafadz  اَنَّمَا لَهٗٓ Ha' Dhamir disana berharakat Dhomah terbalik dengan ada Halis di atasnya, nah itu adalah salah satu ciri Ha' Dhamir yang wajib di baca Mad Shilah Thawilah. (Tapi tidak hanya Ha' Dhamir yang berharakat Dhomah terbalik saja, fathah alif, maupun kasroh alif, jika di atasnya ada Halis, itu termasuk Ha' Dhamir Mad Shilah Thawilah.)

Nah, untuk materi hari itu saja ya kawan-kawan semuanya. Semoga materi singkat ini bisa bermanfaat bagi anda semuanya. Jika ada yang salah mohon dikoreksi teman-teman.

Untuk besok kita akan lanjut dengan materi yang baru, tapi masih seputar Ha' Dhamir yah. Materi untuk yaitu Pengecualian Hukum Bacaan Ha' Dhamir.

Pengertian Ha' Dhamir


Selamat malam teman-teman semuanya, Apa kabar? Semoga semua pembaca blog saya dalam keadaan baik-baik saja dan ada dalam lindungan Alloh SWT. Aamiin

Malam ini saya akan memberikan sedikit materi mengenai Ha' Dhamir. Mungkin banyak para pembaca semuanya yang belum memahami atau mengetahui banyak tentang Ha' Dhamir

Nah, untuk itu saya akan membeberkan beberapa materi mengenai Ha' Dhamir ini, agar semua pembaca blog saya ini mengerti perlahan-lahan.

Sebelum kita bahas yang lebih dalam mengenai Ha' Dhamir, ada baiknya kita memahami Pengertian dari Ha' Dhamir itu sendiri.

Baik, kita simak penjelasan singkat mengenai Pengertian Ha' Dhamir di bawah ini:

Menurut bahasa atau lughat-nya, Ha' Dhamir adalah ha' yang menyimpan. Sedangkan Ha' Dhamir menurut istilah yaitu Ha' yang dilakukan sebagai kata ganti benda atau orang ketiga, baik tunggal, jama', maupun berdua. Seperti dhamir Hu / Hi (هِ/هُ) untuk tunggal lelaki (mudzakar), dhamir ha' (هَا) untuk bentuk perempuan, dhamir hum (هُمْ) untuk bentuk jama' lelaki, dhamir hunna (هُنَّ) untuk jama' perempuan, dan sebagainya.

Dalam hal ini yang akan dibicarakan adalah Ha' Dhamir yang berkaitan dengan ilmu tajwid. Yang dimaksud Ha' Dhamir dalam ilmu tajwid yaitu Ha' Dhamir (هِ/هُ) ketika berhubungan dengan lafal sebelum dan sesudahnya. Seperti :
  • Ha' Dhamir yang dihubungkan atau didahului oleh kalimat Fi'il (Kata Kerja), Contoh : جَعَلَهُ
  • atau yang didahului oleh kalimat isim (kata benda), Contoh : كِتَابَهُ, وَرَسُلِهِ
  • atau yang didahului oleh kalimat huruf (kata penghubung), Contoh : مِنْهُ, اَهُ, فِيْهِ, عَنْهُ

Nah, saya kira untuk Pengertian Ha' Dhamir dicukupkan sekian ya teman-teman, untuk materi selanjutnya yaitu Hukum Cara Membaca Ha' Dhamir.

Pantengin terus blog Ilmu Tajwid Lengkap ini ya teman-teman...

Penjelasan Dasar-Dasar Huruf Hijaiyah Lengkap dan Ringkas

Pada bab ini berisi tentang: Pengertian huruf Hijaiyah, Bentuk-bentuk huruf Hijaiyah, Macam-macam pengucapannya, Cara menulis huruf Hijaiyah, dan Transliterasi huruf Hijaiyah.

Didalam bab-bab tersebut akan dijelaskan dengan terperinci tentang Tulisan huruf hijaiyah, jumlahnya ada berapa, cara menulis dan membacanya, huruf bersambung dan tidak bersambung, huruf hijaiyah latin atau transliterasi, dan lain-lain.

Huruf Hijaiyah

A. Pengertian Huruf Hijaiyah


Huruf ( اَلْحُرُوْفُ ) adalah bentuk jamak dari ( ُاََلْحَرْف ) yang berati bagian terkecil dari lafal yang tidak dapat membentuk makna tersendiri kecuali harus diragkai dengan huruf lain. Kumpulan huruf yang dapat membentuk arti biasanya tiga huruf, misalnya ( وَقَى ) “ memelihara ” namun pada bentuk bentuk tertentu ada satu huruf yang sudah mempunyai arti, misalnya bentuk amar (perintah) dari (وَقَِى ) adalah ( قِِِِ ) “peliharalah” .

Sedangkan Hijaiyah ( اَلْهِجَائِيَةِ ) berasal dari akar kata (هَجَا- يَهْجُوْ- هِجَاءً ), yang berati “ ejaan “. Maksud dari ejaan disini adalah ejaan arab sebagai bahasa asli Al Qur’an (lihat Q.s.Yusuf, ayat 2). Karena itu yang dimaksud huruf hijaiyah adalah huruf yang ejaan bahasa Arab sebagai bahasa asli Al Qur’an. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya di siplin ilmu lain yang mengunakan huruf hijaiyah, misalnya Hadist dan kitab-kitab berbahasa arab umumnya.

B. Bentuk-bentuk Huruf Hijaiyah

Huruf-huruf hijaiyah sebgaimana yang digunakan dalam Al Qur’an terdapat 29 macam, dan jumlah tersebut termasuk alif.



Pada dasarnya alif sama dengan hamzah, hanya saja alif bersyakal (berharokat) mati, sedangkan hamzah merupakan alif yang hidup dengan syakal tertentu.


Adapun ke-29 huruf adalah sebagai berikut :

No
Huruf
Bunyinya
Transliterasi
Contoh
1.
ا
Alif
a
صَالِحٌ
2.
ب
Ba’
b
بَلَغَ
3.
ت
Ta’
t
تَوْبَةٌ
4.
ث
Tsa’
ts
ثَوَبَ
5.
ج
Jim
j
جَمَعَ
6.
ح
Ha’
h
حَرَمٌ
7.
خ
Kha’
kh
خَشِيَ
8.
د
Dal
d
دَرَسَ
9.
ذ
Dzal
dz
ذَنْبٌ
10.
ر
Ra’
r
رَسَلَ
11.
ز
Za’
z
زَهَدَ
12.
س
Sin
S
سَارَ
13.
ش
Syin
Sy
شَرَفَ
14.
ص
Shad
Sh
صَنَعَ
15.
ض
Dhad
Dh
ضَلَّ
16.
ط
Tha’
Th
طَمَعَ
17.
ظ
Zha’
Zh
ظَالِمٌ
18.
ع
‘Ain
عَرَفَ
19.
غ
Ghain
Gh
غَرَقَ
20.
ف
Fa’
F
فَطَنَ
21.
ق
Qaf
Q
قَنَعَ
22.
ك
Kaf
K
كَرَمَ
23.
ل
Lam
L
لَبِسَ
24.
م
Mim
M
مَسَكَ
25.
ن
Nin
N
نَصَرَ
26.
و
Wawu
W
وَعَدَ
27.
ها
Ha’
H
هَلَكَ
28.
ء
Hamzah
أَمَنَ
29.
ي
Ya’
Y
يَرَى

C. Macam-macam Pengucapan Huruf Hijaiyah

Dari sudut pelafalan atau pengucapan, huruf hijaiyah dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :

  1. Asma’ul Huruf, sebutan bagi nama-nama huruf.
  2. Musammayatul Huruf, yaitu sebutan cara mengucapkan huruf.
Dalam pengucapan Al Qur’an, pembaca diwajibkan menggunakan musammayatul huruf, kecuali jika pada permulaan surah-surah tertentu (fawatihush shuwar), maka cara membacanya dengan asma’ul huruf. Contoh : كهيعَصَ cara membacanya kaf-ha-ya-‘ain-shod.

Pada dasarnya, musammayatul huruf merupakan konsonan mati yang tidak dapat dibunyikan, kecuali dengan bantuan yang lain.


Untuk mengetahui bunyi huruf musammmayatul huruf itu dapat dilakukan dengan dua cara :

  1. Diberi hamzah washol di awal kata, misalnya : أَبْ, اِبْ, أُبْ
  2. Diberi ha’ yang mati di akhir kata, misalnya : بَهْ, بِهْ, بُهْ dengan kedua cara itu, maka konsonan tersebut dapat dibunyikan.
Sedang asmaul huruf sendiri dibagi 3 bagian :

1. Huruf hanya mempunyai satu nama, bagian ini berjumlah 16 huruf, yaitu :

ج, د,ذ, س, ش, ص, ض, ع, غ, ق، ك، ل، م، ن، و، أ

2. Mempunyai dua nama, bagian ini terdapat 12 huruf, misalnya : hamzah, boleh : هَمْزَةٌ ( menggunakan ta’), boleh juga : هَمْزٌ ( tanpa ta’). Sedang yang lain adalah : ي، ه ، ف، ظ، ط، ر، خ، ح، ث، ت، ب, boleh dibaca panjang atau pendek (tanpa menggunakan alif dalam membacanya).

3. Mempunyai 4 nama, yaitu huruf : زَاءْ, boleh dibaca : زَايٌ , : زَاءٌ (Mad) : زَا ( qosor) : زِيٌّ .
Dengan standar itu, maka pembaca tidak sulit melafalkan huruf-huruf Hijaiyah, namun ada huruf yang kiranya sulit diucapkan, yaitu huruf : ضَادْ, karena itulah Nabi saw. Bersabda :

اَنَا اَفْصَحُ بِقِرَاءَةِ الضَّا دْ
Aku orang yang paling fasih membaca dhad “ (Al-hadist)

D. Cara menulis huruf Hijaiyah

Sistem penulisan huruf-huruf Hijaiyah kebalikan dari sistem penulisan huruf-huruf latin (Indonesia), yaitu dimulai dari samping kanan menuju ke kiri. Misalnya menulis dua ayat dari surah Al-fatihah :


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العَا لَمِيْنَ

Sedangkan cara penulisan antara satu huruf yang dirangkai dengan huruf lain, mempunyai beberapa bagian yaitu :

1. Dapat disambung ke kanan dan kiri. Bagian ini terdapat 22 huruf. Yaitu :

ب، ت، ث، ج، ح، خ، س، ش، ص، ض، ط، ظ، ف، ق، ك، ل، م، ن، ه، ي

2. Hanya dapat disambung ke kiri. Bagian ini terdapat 6 huruf. Yaitu :
ا، د، ذ، ر، ز، و

3. Tidak dapat di sambung ke kanan dan kiri. Bagian ini hanya ada satu huruf. Yaitu : ء

E. Transtliterasi Huruf hijaiyah

Transliterasi Huruf hijaiyah adalah suatu upaya untuk penyalinan huruf abjad dari bahasa arab ke huruf abjad bahasa lain. Tujuan utama transliterasi ini adalah untuk menampilkan kata-kata asal yang seringkali tersembunyi oleh metode pelafalan bunyi atau tajwid dalam bahasa arab.


Selain itu transliterasi juga memberi pedoman kepada para pembaca agar terhindar dari salah lafal yang bisa meyebabkan kesalahan dalam memahami makna asli kata-kata tertentu.

Dalam bahasa arab, salah makna akibat salah lafal gampang sekali terjadi kerena tidak semua hurufnya dapat dipadankan dengan huruf-huruf latin. Karenanya kita terpaksa menggunakan konsonan rangkap ( ts, kh, dz, sy, sh, dh, th, zh, dan, gh ) dan tambah simbol lain ( h,-’-,-‘- ), kesulitan ini masih ditambah lagi dengan proses pelafalan huruf yang memang banyak berbeda dan terdapat huruf-huruf yang harus dibaca secara panjang (mad).

Adapun bentuk-bentuk transliterasi ini sebagaimana sudah tertulis pada bagian sub kategori B diatas, terdapat tambahan transliterasi vokal sebagai ganti harakat yang panjang, yaitu:

Transliterasi harakat panjang

Contoh dalam Q.S. An-Nahl, ayat 46 tertulis:

وَاَنْزَلْنَااِلَيْكَ الذِّكْرَلِتُبَيِنُ لِلنَّاسِ وَمَاُنْزِّلَ اِلَيْهِمْ . النحل:۴۶

Bentuk transliterasi :



wa anzalnã ilaykadz dzikra litubayyinu linnãsi wa maã nuzzila ilayhim.



Bentuk terjemahannya :



dan kami turunkan kepadamu Al-qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang diturunkan kepada mereka .” Q.s.16, An-nahl : 46


Sampai disini dulu tulisan yang membahas tentang Dasar-dasar huruf Hijaiyah ini

.
Mudah-mudahan kita dapat memahami materi diatas, yaitu: pengertian huruf hijaiyah, jumlahnya ada berapa, perbedaan hamzah dan alif, pembagiannya, huruf apa saja yang dapat di sambung ke kanan ataupun ke kiri, dan transliterasi dari huruf Arab ke Latin.
Back To Top